Jokowi Diminta Tulis Pernyataan di Atas Materai Soal Tak Niat Jadi Presiden 3 Periode

Jokowi/Ist

Jangan Lupa Berbagi

Jokowi Diminta Tulis Pernyataan di Atas Materai Soal Tak Niat Jadi Presiden 3 Periode


Inilah Jambi – Joko Widodo menyatakan dirinya tak berniat untuk menjadi presiden 3 periode. Menurut Jokowi, konstitusi sudah mengatur jabatan presiden itu selama 2 periode.

Menanggapi pernyataan itu, ekonomi senior Rizal Ramli meminta agar Jokowi menuliskan pernyataan itu di atas materai.

Permintaan Rizal Ramli disampaikan karena dia menganggap selama ini Jokowi tak pernah konsisten dengan apa yang diucapkannya. Lain yang diucapkan, lain pula yang dikerjakannya.

“Soal 3x, ada bantahan resmi dari Mas @jokowi. Masalahnya adalah track record antara ucapan vs tindakan yg sering bertolak belakang. Yo ra percaya.. Maaf geh omongane sering kewolak walek terus piye le arep percoyo.
Mungkin harus bikin pernyataan diatas meterei kali ya ?,” tulis Rizal Ramli di akun Twitternya sambil menautkan emoticon tertawa.

Mantan Menteri Koordinator Perekonomian ini sebelumnya juga mengatakan jabatan presiden selama 3 periode melanggar UUD 1945.

https://twitter.com/RamliRizal/status/1371627265214181376?s=19

Menurut Rizal, jika niat presiden menjabat selama 3 periode dijalankan maka negara bisa bubar.

Ada yg kepengin 3x, padahal melanggar UUD. RI bisa bubar, wong kinerja memble, ekonomi & kesejahteraan rakyat anjlok. Demokrasi nyungsep. KKN+Dinasti semakin menjadi. Mungkin klo lebih nekad & lebih cerdas dari Putin, atau prestasi lebih hebat dari Xi Jinping, boleh lah mimpi 😄” kata Rizal melalui twitternya.

Terkait wacana itu, pemerintah melalui Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD telah membantahnya.

Mahfud menyebutkan MPR telah membuat amandemen atas UUD 1945, membatasi masa jabatan presiden periode saja. Kalau mau mengubah lagi itu urusan MPR; bukan wewenang Presiden.

“Salah satu alasan penting, mengapa kita dulu membubarkan Orde Baru dan melakukan Reformasi 1998 adalah karena jabatan Presiden tak dibatasi jumlah periodenya,” ujarnya.

Presiden Jokowi, lanjut Mahfud, tak setuju adanya amandemen lagi. Bahkan pada 2 Desember 2019 lalu Jokowin mengatakan bahwa kalau ada yang mendorongnya menjadi Presiden lagi maka ada 3 kemungkinan: 1. Ingin menjerumuskan; 2. Ingin menampar muka; 3. Ingin mencari muka.

“Kita konsisten saja, batasi jabatan Presiden 2 periode,” ujar Mahfud.

Baca juga:

***

Jangan Lupa Berbagi
SAKSIKAN VIDEO DI BAWAH INI: Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2021-2022 Yayasan Jami' Al Falah Jambi

Tinggalkan Balasan

SOROTAN