Lion Air yang Jatuh Angkut 178 Penumpang dengan Dua Orang Bayi
Ilustrasi
Lion Air yang Jatuh Angkut 178 Penumpang dengan Dua Orang Bayi
- CVR Lion Air Ditemukan Terkubur 20 Cm di Dalam Lumpur
- Ribuan Anak Ayam Bantuan Pemerintah Mati di Penerbangan Lion Air, Manajemen Lepas Tangan..
- Lima Istri Salah Satu Korban Jatuhnya Lion Air Saling Klaim Duit Asuransi Rp1,3 Miliar
- Jenazah Satu Warga Jambi Korban Lion Air Sudah Diserahkan ke Keluarga
- 1 Penyelam Meninggal Dunia Saat Proses Pencarian Lion Air
- Hari ke-6, 159 Penyelam Cari Korban dan Puing Lion Air JT 610
- Transkrip Percakapan Pilot Lion Air JT 610 dengan ATC di 12 Menit Terakhir…
Inilah Jambi – Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Sindu Rahayu, melalui siaran pers yang diterima Inilahjambi, mengatakan, dalam pesawat Lion Air JT 610 Rute Jakarta – Pangkal Pinang terdapat 178 penumpang dewasa serta dua orang bayi.
Berikut siaran pers yang dimaksud:
SIARAN PERS
Nomor: 212/SP/KJSH/X/2018
PESAWAT JT 610, RUTE JAKARTA -PANGKAL PINANG LOST CONTACT
Pesawat type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik operator Lion Air yang terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang dilaporkan telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 pada sekitar pukul 06.33 WIB.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E. Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB. Pesawat sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar.
Pesawat yang membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 FA sampai saat ini telah hilang kontak selama kurang lebih 3 jam.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub saat ini tengah berkoordinasi dengan BASARNAS, Lion Air selaku operator dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Perum LPPNPI untuk melakukan kegiatan pencarian dan penyelamatan terhadap pesawat JT 610.
Jakarta, 29 Oktober 2018
