Maulana: Termasuk Al Azhar 57, Saya Sudah Investasi di Enam Yayasan Pendidikan di Jambi

Inilahjambi, JAMBI – Tidak hanya hanya dikenal sebagai tokoh dalam dunia kesehatan di Jambi, ‘bisnis’ dr Maulana ternyata juga merambah ke dunia pendidikan. Hingga kini, dia sudah terlibat di 6 yayasan pendidikan di Jambi.

“Termasuk Yayasan Muslim Jambi, yang membangun sekolah Al Azhar 57, saya sudah terlibat dengan enam yayasan pendidikan lainnya di Jambi,” ujar dr Maulana, salah satu tokoh Jambi yang sinarnya kian cemerlang, Sabtu pekan lalu usai acara peletakan batu pertama pembangunan TK/SD Al Azhar 57 di kawasan Citra Raya City, Mendalo.

Meski Maulana enggan menyebutkan yayasan apa saja, namun diantaranya adalah Yayasan Muslim Jambi dan Yayasan Jakarta Mitra Sejahtera.

Sejumlah nama besar ada dalam kepengurusan Yayasan Muslim Jambi, diantaranya mantan Gubernur Jambi 2 periode Zulkifli Nurdin, mantan Kapolda Jambi, Komjen Lutfi Lubihanto (kini Kaba Intelkam Mabes Polri), politisi cum pengusaha Paud Syakarin, Rektor Universitas Jambi Prof Joni Najwan dan lainnya.

Di Yayasan Muslim Jambi, dr Maulana didaulat sebagai dewan pengawas. “Saya itu dianggap berpengalaman, jadi dipercaya sebagai dewan pengawas,” kata dia sambil tertawa.

Bergelut dalam dunia pendidikan, diakui Maulana merupakan investasi jangka panjang, untuk kehidupan di dunia dan akhirat. Bukan saja investasi finansial, tapi juga investasi amal jariah.

“Kita tidak bicara 10-15 tahun, tapi puluhan tahun, dan sampai mati. Bagi saya, bergiat dalam dunia pendidikan ini adalah investasi jangka panjang, dunia akhirat. Ini adalah amal jariah saya. Jadi tidak dapat dilihat dengan kaca mata biasa. Satu huruf yang kamu ajarkan akan jadi amal ibadah, dan bekal di akhirat kelak. Bayangkan kalau satu sekolahan yang kamu ajarkan, berapa amalan yang kamu terima?” ucapnya lagi.

Bukan hanya bagi dirinya, aktivitasnya dalam dunia pendidikan ini juga diperuntukkan bagi persiapan sumber daya manusia ke depan. Maulana yakin, SDM yang berkualitas dilahirkan dari sistem pendidikan yang baik dan berkualitas pula.

“Jadi meski sekolah Al Azhar 57 ini, dikatakan letaknya jauh dari kota, sehingga akan menyulitkan orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di sini. Namun ingat, kualitas pendidikan yang diberikan terhadap para siswa setara dengan apa yang mereka upayakan. Jauh dekat bukan lagi jadi persoalan. Memperoleh pendidikan yang baik itu memang harus diperjuangkan,” katanya.

Yayasan Pesantren Islam Al Azhar merupakan yayasan pendidikan yang didirikan oleh Buya Hamka di Jakarta. Hingga kini, Al Azhar telah berkembang dan memiliki 57 sekolah yang berada di kota-kota di seluruh Indonesia.

Pembangunan TK/SD dan secara bertahap SMP dan SMA Al Azhar di Jambi dilakukan atas inisiatif para pengurus dan dewan pendiri Yayasan Muslim Jambi. Para pendiri saat itu berkeinginan agar Jambi memiliki sekolah yang berstandar nasional dengan kualitas kurikulum sama dengan sekolah-sekolah lainnya yang sudah lebih dulu terkenal.

Pengurus dan pendiri Yayasan Muslim Jambi berfoto bersama Gubernur Jambi Zumi Zola (dr Maulana, belakang nomor 3 dari kanan)/Foto: Nurul Fahmy

Baca Berita lainnya:

(Nurul Fahmy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN