Nama Bandara Jambi Tidak Mudah Diganti, Sutan Adil Hendra: Hanya Alquran yang Tidak Bisa Diubah
Inilahjambi – Pihak Angkasa Pura II di Jambi menolak bertanggungjawab atas pemenggalan nama pahlawan Jambi Sultan Thaha Syaifuddin untuk bandara di Jambi dengan hanya menjadi Sultan Thaha saja.
Menurut Manajer Pelayanan Bandara Sultan Thaha Syaifuddin, Indra Gunawan, nama tersebut telah ada sebelum bandara Jambi dikelola oleh Angkasa Pura II. Nama Sultan Thaha bahkan telah tercatat oleh otoritas penerbangan internasional. Sehingga tidak mudah mengganti nomenklatur yang sudah ada.
“Kami sebagai pengguna hanya memakai. Sedangkan nama itu (Sultan Thaha) sudah ada saat bandara Jambi ini dikelola oleh Perhubungan Udara. Tidak mudah mengganti nama yang sudah ada. Nama ini sudah tercatat oleh otoritas internasional. Bahkan hanya untuk mengganti plang (papan nama) Bandara saja tidak semudah itu,” kata Indra, beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra membantah pernyataan itu. Menurut dia, tidak ada yang tidak dapat diganti, kecuali Alquran.
Baca juga:
“Tidak ada yang tidak mungkin, hanya Al Quran yang tidak dapat diganti,” kata Sutan Adil Hendra di SMAN 6 Kota Jambi, lepas penyerahan beasiswa PIP, Jumat 20 Januari 2017.
Pihaknya, lanjut Sutan, akan menghubungi Menteri Perhubungan untuk meminta kejelasan soal penamaan Bandara Sultan Thaha Syaifuddin yang ditulis menjadi “Sultan Thaha Airport” oleh pihak Angkasa Pura II.
Menurut Sutan, dalam kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, penulisan ‘Sultan Thaha Airport’ tidak sesuai karena menyalahi Undang-Undang Bahasa.
Selain itu, nama pahlawan Jambi yang dipenggal (tidak utuh) juga menjadi persoalan.
“Ini kan nama Pahlawan Jambi, jadi harus ditulis utuh, termasuk penggunaan Bahasa Indonesia. Seharusnya Bandara Sultan Thaha Syaifuddin. Saya akan hubungi Menteri Perhubungan,” kata Sutan.
(Nurul Fahmy)
