Paradoks dan Pengertiannya serta Contoh Kalimat

Inilah Jambi

Inilah Jambi

Jangan Lupa Berbagi

Paradoks dan Pengertiannya serta Contoh Kalimat


Inilah Jambi –  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebut paradoks/pa·ra·doks/ n sebagai pernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran; bersifat paradoks.

Pardoks biasanya untuk menyatakan kebenaran dengan kalimat yang bertentangan dengan pemahaman umum.

Dalam ilmu sastra, paradoks masuk dalam ketidaklangsungan ekspresi berwujud penyimpangan arti.

Kontradiksi dalam puisi menyatakan sesuatu secara kontradiksi atau kebalikan. Hal tersebut untuk membuat pembaca berpikir sehingga pikiran pembaca terpusat pada persoalan atau inti puisi.

Menurut Rachmad Djoko Pradopo dalam Pengkajian Puisi (1990), kontradiksi berarti mengandung pertentangan yang disebabkan oleh paradoks dan atau ironi.

Majas paradoks adalah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu secara berlawanan atau bertentangan. Sedangkan ironi adalah bahasa kiasan yang mengimplikasikan sesuatu yang berbeda, bahkan ada kalanya bertentangan dengan yang sebenarnya dikatakan tersebut.

  • Kaya harta, miskin ahlak.
  • Gus Dur buta, tetapi dapat melihat kesengsaraan rakyat.
  • Aku merasa sendiri di tengah keramaian ibu kota ini.
  • Si bodoh tukang tidur di kelas itu, selalu juara satu dalam olimpiade matematika.
  • Hatiku sejuk tiap bertemu dengannya meski cuaca sepanas ini.
  • Perjuangannya menyuarakan krisis iklim dicaci netizen, namun juga mendapat pujian dari berbagai belahan dunia.
  • Meski nenek sudah tua, semangatnya membara seperti masih muda.
  • Wajah cantik, tetapi tenggang rasanya jelek sekali.
  • Buruk rupa, namun baik budi.
  • Kemajuan teknologi menyebabkan kemunduran interaksi sosial.
  • Kamarnya memang bersih, tetapi pikirannya kotor.
  • Ingat nada, lupa lirik.
  • Korban pelecehan seksual sangat ketakutan, tetapi keberaniannya untuk bicara dikagumi semua orang.
  • Perwakilan rakyat mendengar, tetapi pura-pura tuli.
  • Indonesia kalah dalam satu pertandingan tunggal putra cabang badminton, tapi menang dalam olimpiade ini.
  • Kejujuran dalam persidangan menjadi kebohongan bila tidak ada bukti.
    Sifat ibu melembutkan sifat ayah yang kaku.
  • Pengunjung sebanyak ini pendapatan masih saja sedikit.
  • Kesudahan dari segala sesuatu di dunia, merupakan awal dari kehidupan yang lain.
  • Hatinya baik dan penuh kasih sayang di balik mulut jahatnya.
  • Ida membeli sepatu termahal di kota ini, tetapi ia bilang itu murah.
  • Instingnya tajam, nuraninya tumpul.
  • Bicaranya halus, tetapi prilakunya kasar.
  • Buah mangga ini luarnya bagus, dalamnya busuk.

***

 

Baca juga:

Jangan Lupa Berbagi
SAKSIKAN VIDEO DI BAWAH INI: Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2021-2022 Yayasan Jami' Al Falah Jambi

Tinggalkan Balasan

SOROTAN