Pemburu Harimau Sumatera di Tebo Jadi Buronan Polisi

Kulit Harimau Sumatera

Foto: Foto Kulit Harimau yang Diamankan Polda Riau (dok. Polda Riau

Pemburu Harimau Sumatera di Tebo Jadi Buronan Polisi

Inilahjambi – Polisi tengah mencari keberadaan AT, asal Kabupaten Tebo, eksekutor pemburu kulit harimau Sumatera yang organnya dijual ke seseorang di Air Molek, Inhu, berinisial HN.

Sebelumnya tiga orang kurir yang diperintah AT telah ditangkap aparat Polda Riau.

Ketiga tersangka membawa organ tubuh harimau menggunakan mobil Avanza nopol D 1606 ABK.

Tujuannya adalah pembeli di pasar Air Molek Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu Riau.

Baca juga: Kurir Kulit Harimau Sumatera dari Tebo Ditangkap

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto menambahkan, ketiga kurir ini diperintah pelaku eksekutor pemburu harimau inisial AT dari Jambi. Kini pelaku tersebut statusnya buron.

“Penampung organ tubuh harimau di Air Molek inisial HN juga lagi diburu. Kini ketiga tersangka sudah diamankan di Polda Riau untuk proses lebih lanjut,” kata Sunarto.

Sunarto menjelaskan, barang bukti yang disita ada satu lembar kulit harimau, ada empat taring dan ada satu karung tulang harimau. Perdagangan organ tubuh harimau ini motifnya ekonomi karena tingginya harga di pasaran gelap.

“Selembar kulit harimau dijual sekitar Rp 30 juta sampai Rp 80 juta. Satu taringnya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Untuk tulang harimau harganya bisa mencapai Rp 2 juta per-kg,” kata Sunarto.

Lihat: Ranger WCA Temukan Gajah Betina Mati di Konsesi PT LAJ, Kabupaten Tebo

Harga yang cukup tinggi di pasaran gelap tersebut, sambung Sunarto, disinyalir menjadi alasan para penyelundup untuk nekat melakukan aksi kejahatan perburuan satwa liar. Apa lagi satwa liar tersebut masuk dalam kategori terancam punah.

“Ini bentuk kejahatan terorganisir dengan sistem terputus satu dengan lainnya memiliki peran masing-masing. Polda Riau akan terus perangi perdagangan ilegal ini,” tutup Sunarto.

 

#Save Satwa Liar Jambi

INFORIAL