Politik Uang Jelang PSU Makin Marak, Begini Modusnya

Tim Cagub Jambi Haris Sani, Ritas Mairi Yanto saat melaporkan dugaan pelanggaran Pilgub 9 Desember 2020 lalu ke Bawaslu Provinsi Jambi

Tim Cagub Jambi Haris Sani, Ritas Mairi Yanto saat melaporkan dugaan pelanggaran Pilgub 9 Desember 2020 lalu ke Bawaslu Provinsi Jambi

Bagikan:

Politik Uang Jelang PSU Makin Marak, Begini Modusnya


Inilah Jambi — Sejumlah modus politik uang yang dilakukan calon gubernur dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalimantan Selatan diduga makin marak.

Motif politik itu di antaranya pembagian bakul berisi sembako yang akan bersalin rupa menjadi THR, parsel, dan zakat fitrah/zakat mall.

Kemudian cara memborong barang dagangan yang disertai pembagian uang kepada warga dan dugaan keterlibatan aparat pemerintahan dalam sejumlah kasus tersebut.

Kemudian pelibatan aparat pemerintahan, dari level kepala dinas sampai level kepala desa dan Ketua RT-RW yang digaji Rp2,5 juta.

Ada juga kepala desa yang digaji sebesar Rp5 juta per bulan untuk menggalang suara pemilih.

Selain itu qda modus berupa penempelan stiker bertanda khusus di rumah-rumah warga sebagai kamuflase pendataan pemilih yang ujungnya dipergunakan untuk data pembayaran politik uang.

Tiap rumah didata, dibayar Rp100 ribu untuk ditempeli stiker, kemudian nanti akan ada lagi pembagian berikutnya yang besarnya sekitar Rp500 ribu saat menjelang pemilihan.

Modus selanjutnya, adalah berupa salat hajat dan ibadah lainnya yang diikuti dengan pembagian uang.

Calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana berharap, Bawaslu RI mengambil langkah tegas terkait dugaan pelanggaran itu. Karena dia menilai Bawaslu Kalsel terkesan tutup mata dengan berbagai motif ini.

“Kami berharap Bawaslu RI melakukan langkah-langkah nyata dan menegakkan aturan dengan benar dan adil, mengingat Bawaslu Kalsel tidak melakukan tindakan pencegahan maupun penindakan dan seolah melakukan pembiaran, padahal tidak sulit mengidentifikasi modus-modus tersebut,” pungkasnya.

Modus Politik Uang Makin Marak Jelang PSU, Bawaslu Diduga Tutup Mata


Inilah Jambi — Dugaan politik uang menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel pada 9 Juni mendatang ditenggarai makin marak.

Calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana berencana melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat karena menurut dia, Bawaslu setempat tinggal diam dan tutup mata.

“Iya, insyaallah nanti saya ke Bawaslu,” kata Denny dalam keterangan tertulis.

Menurut Denny, sejumlah motif politik uang yang terjadi di antaranya pembagian bakul berisi sembako yang akan bersalin rupa menjadi THR, parsel, dan zakat fitrah/zakat mall baca selengkapnya 

 

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

SOROTAN