Proyek Rusunawa Kementerian PUPR Senilai Rp13 Miliar di Baganpete Kota Jambi, Molor

Gedung Proyek Rusunawa Universitas Muhammadiyah Jambi yang dibangun Kementerian PUPR

Gedung Proyek Rusunawa Universitas Muhammadiyah Jambi yang dibangun Kementerian PUPR

Proyek Rusunawa Kementerian PUPR Senilai Rp13 Miliar di Baganpete Kota Jambi, Molor


Inilah Jambi – Proyek rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kampus II Universitas Muhammadiyah Jambi senilai Rp13.68 Miliar molor pengerjaannya. Hingga kini, proyek Dirjen Perumahan Kementerian PUPR ini masih digarap oleh kontraktor pelaksana dari PT Tiur Multi Persada.

Pantauan Inilah Jambi di lokasi rusun pekan lalu, tampak pekerja masih merapikan beberapa bagian bangunan. Sementara material berserak di bagian luar.

Dalam dokumen kontrak yang diperoleh Inilah Jambi disebutkan, rusun tipe 24 itu dibangun berlantai 3 dengan jumlah kamar 43 unit lengkap dengan meubeler. Pagu anggaran proyek sebesar Rp. 15.3 Miliar dari dana APBN 2021.

Pada September 2021 lalu, konsultan proyek (PT Riau Multi Cipta Dimensi) melaporkan progres pengerjaan masih 50 sekian persen. Ada keterlambatan target waktu dan volume pengerjaan pada saat itu.

“Pelaksanaan proyek itu sudah molor dari awal. Target tidak tercapai, baik waktu dan volume. Bahkan sampai saat ini pengerjaan belum selesai juga,” kata sumber Inilah Jambi, 21 Januari 2022.

Inilah Jambi belum mendapat keterangan dari kontraktor pelaksana PT Tiur Multi Persada. Perusahaan ini beralamat di Rukan Kirana Business Park Kirana Cawang, Jalan DI Panjaitan, Kav48, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara – Jakarta Timur.

Salinan laporan konsultan PT Riau Multi Cipta Dimensi
Salinan laporan konsultan PT Riau Multi Cipta Dimensi

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Wilayah Sumatera IV, Tambat Yulis mengakui keterlambatan proyek rusunawa di Bagan Pete tersebut. Menurut dia hingga akhir Desember 2021, volume pengerjaan masih kurang 5 persen. Namun waktu pengerjaan ditambah 90 hari ke depan, hingga Maret 2022.

“Akhir Desember 2021 lalu memang masih kurang volumenya sekitar 5 persen. Tapi diberi tambahan waktu 90 hari. Otomatis, sesuai PMK 184 (Peraturan Menteri Keuangan) ” ujar Tambat, Rabu 26 Januari 2022.

Dijelaskan dia, proyek dengan nilai diatas Rp10 Miliar yang bersumber dari APBN diberi waktu tambahan 90 hari dari waktu kontrak apabila ada keterlambatan pengerjaan oleh kontraktor. “Itu sudah otomatis (tambahan waktu). Diatur dalam PMK 184,” kata dia.

Baca juga:

Meski diberi dispensasi 90 hari, Tambat meminta kontraktor pelaksana agar ngebut, sehingga progres proyek bisa 100 persen pada Februari 2022. Tidak harus selesai Maret 2022.

“Kami perkirakan proyek ini selesai dalam waktu dekat. Sehingga serah terima pengelolaan rusunawa dapat dilakukan pada Februari 2022 ini,” kata Tambat lagi.

Anggota DPR RI dapil Jambi dari PAN, Haji Bakrie, mengakui memang ada keterlambatan pengerjaan oleh kontraktor.

“Waktu saya pantau Desember 2021 lalu, memang ada keterlambatan. Tapi informasinya boleh ada tambahan waktu sesuai PMK 184 nomor sekian. Secara rinci silahkan minta keterangan ke Balai Perumahan,” ujar Bakri, melalui sambungan telepon.

Diketahui, proyek rusunawa lain di Jambi yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR yang “dikawal” oleh sejumlah anggota DPR RI dapil Jambi telah selesai dikerjakan dan diserahterimakan ke penerima hibah.

Seperti proyek rusunawa untuk santri di ponpes di Sungai Bertam, Muarojambi dan Bungo oleh amggota DPR Hasan Basri Agus dan Sofyan Ali.

Dari laman Kemenkeu.go.id, Inilah Jambi menemukan PMK 184/PMK.05/2021 yang dimaksud berbunyi: “Pelaksanaan Anggaran dalam rangka Penyelesaian Pekerjaan pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 yang Tidak Terselesaikan sampai dengan Akhir Tahun Anggaran 2021 dan akan Dilanjutkan pada Tahun Anggaran 2022,”

Baca juga:

Lokasi Rusun Sepi dan Jauh

Jalan masuk rusunawa Universitas Muhammadiyah Jambi masih rusak dan becek
Jalan masuk rusunawa Universitas Muhammadiyah Jambi masih rusak dan becek

Hibah proyek rusunawa Universitas Muhammadiyah oleh Kementerian PUPR dibangun di lahan milik Universitas Muhammadiyah di kawasan Bagan Pete, Kota Jambi.

Proyek rusun itu tampak janggal. Sebab dibangun di lokasi yang jauh dari jangkauan transportasi umum. Sementara tidak ada fasilitas lain, di lokasi itu selain rusunawa tersebut.

“Rusunawa itu berdiri sendiri. Fasiltas utamanya tidak ada. Rusunawa itu fasilitas penunjang. Aneh ini. Fasilitas penunjang dibangun lebih dulu dari pada fasilitas utama. Jalan tidak ada. Masih tanah. Sekeliling masih semak belukar yang lebat,” kata seorang aktivis LSM Jambi kepada Inilah Jambi.

Rektor Universitas Muhammadiyah Jambi, Dr Nurdin, membenarkan rusunawa itu merupakan proyek bantuan dari Kementerian PUPR kepada Muhammadiyah Jambi.

Menurut dia, di lahan itu nantinya akan dibangun kampus II Universitas Muhammadiyah Jambi beserta fasiltas lain. Namun dia mengakui belum tahu kapan realisasinya.

Lihat juga:

“Ya pembangunannya bertahap karena kemampuan keuangan. Karena kita dapat program rusunawa dan kebetulan kita punya lahan yang memang diperuntukkan kampus 2,” ujar Nurdin melalui pesan WhatsApp kepada Inilah Jambi, pekan lalu.

Dijelaskan Nurdin, para mahasiswa yang akan tinggal disana nantinya akan diantar jemput menggunakan bus dari Kampus 1 Universitas Muhammadiyah di kawasan Sipin, ke lokasi.

“Untuk penggunaan kita belajar dari UMY. Nantinya kalau sudah diresmikan akan digunakan untuk mahasiswa dan pembekalan- pembekalan. Sebelum dibangun ruang kelas sekarang lagi diusahakan alat transportasi untuk menjembatani ini,” ujarnya lagi.

Hingga kini Nurdin mengakui belum tau kapan akan diadakan serah terima dari Kementerian PU PR kepada pihak mereka.

“Masih progres karena fasilitas di dalam dilengkapi dulu. InsyaAllah Februari atau Maret ini (diserahterimakan),” Nurdin menyampaikan.

 

(Nurul Fahmy)


 

 

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:[email protected]
SOROTAN