Sun. Aug 25th, 2019

Ratusan Warga Kampung 9 di Nes Bajubang Ultimatum Bobby Bos Pengolah Minyak Ilegal…

Aksi massa Desa Pejaten, Bajubang, Kabupaten Batanghari/ist

Inilahjambi – Warga Desa Petajen Kampung 09 Nes, Bajubang, Kabupaten Batanghari mengultimatum pemilik tempat pengolahan minyak ilegal yang berdiri di RT 13.

Aksi massa yang diikuti sekira 300-an orang ini dilakukan pada Jumat, 19 Januari 2019 sekira pukul 13.30 WIB

Baca juga: Video: Semburan Lumpur di Lokasi Ilegal Drilling di Sungaibahar

Mereka mendesak agar pemilik yang bernama Bobby, warga Sungaibuluh, segera mengangkat peralatan pengolahan minyak ilegal miliknya dari daerah mereka.

Warga merasa keberatan dengan aktivitas pengolahan minyak mentah itu karena dinilai berbahaya bagi keselamatan manusia dan lingkungan.

Baca juga: Warga Bungku dan Pompa Datangi Kantor Bupati Minta Solusi Penertiban Ilegal Drilling

Sumber Inilahjambi menyebutkan, minyak yang diolah di tempat itu berasal dari sejumlah sumur ilegal, diantaranya Bungku dan Sungaibahar.

“Bobby pemilik tempat pengolahan minyak  itu adalah pemain besar. Selain pengolahan, dia juga memilik gudang minyak mentah ” ujar sumber lagi.

Warga yang melakukan penolakan bergerak langsung ke lokasi tempat pemasakan minyak mentah.

Kata sumber, warga memberikan tenggang waktu sampai hari Selasa untuk pemilik mengangkat peralatan pengolahan minyak mentah itu.

Berita lainnya: Ilegal Logging di Mandiangin Masih Marak, Pembalak Catut Nama Ajudan Pejabat Polda Jambi

“Warga minta paling lambat Selasa pekan depan pemilik harus angkat barang-barangnya. Untunglah pemiliknya bersedia membongkar tempat tersebut,” ujar warga itu lagi.

Aksi unjuk rasa warga tersebut berjalan kondusif. Massa membubarkan diri sekira pukul 15.50 WIB.

Lihat foto lainnya di Instagram Inilah.Jambi:

View this post on Instagram

Ratusan Warga Kampung 9 di Nes Bajubang Ultimatum Bobby Bos Pengolah Minyak Ilegal… Inilahjambi – Warga Desa Petajen Kampung 09 Nes, Bajubang, Kabupaten Batanghari mengultimatum pemilik tempat pengolahan minyak ilegal yang berdiri di RT 13. Aksi massa yang diikuti sekira 300-an orang ini dilakukan pada Jumat, 19 Januari 2019 sekira pukul 13.30 WIB Baca juga: Video: Semburan Lumpur di Lokasi Ilegal Drilling di Sungaibahar Mereka mendesak agar pemilik yang bernama Bobby, warga Sungaibuluh, segera mengangkat peralatan pengolahan minyak ilegal miliknya dari daerah mereka. Warga merasa keberatan dengan aktivitas pengolahan minyak mentah itu karena dinilai berbahaya bagi keselamatan manusia dan lingkungan. Baca juga: Warga Bungku dan Pompa Datangi Kantor Bupati Minta Solusi Penertiban Ilegal Drilling Sumber Inilahjambi menyebutkan, minyak yang diolah di tempat itu berasal dari sejumlah sumur ilegal, diantaranya Bungku dan Sungaibahar. "Bobby pemilik tempat pengolahan minyak  itu adalah pemain besar. Selain pengolahan, dia juga memilik gudang minyak mentah " ujar sumber lagi. Warga yang melakukan penolakan bergerak langsung ke lokasi tempat pemasakan minyak mentah. Kata sumber, warga memberikan tenggang waktu sampai hari Selasa untuk pemilik mengangkat peralatan pengolahan minyak mentah itu. Berita lainnya: Ilegal Logging di Mandiangin Masih Marak, Pembalak Catut Nama Ajudan Pejabat Polda Jambi "Warga minta paling lambat Selasa pekan depan pemilik harus angkat barang-barangnya. Untunglah pemiliknya bersedia membongkar tempat tersebut," ujar warga itu lagi. Aksi unjuk rasa warga tersebut berjalan kondusif. Massa membubarkan diri sekira pukul 15.50 WIB. 

A post shared by INILAHJAMBI.COM (@inilah.jambi) on

 

 

 

Sudah dibagikan