Revolusi Mental Jokowi Belum Sentuh Persoalan Korupsi

Teks Sumber: RMOL.CO

Inilahjambi – Konsepsi atau platform pembangunan yang dibuat di era pemerintahan Jokowi-JK sudah cukup baik yang dituangkan dalam Nawacita, akan tetapi hasilnya memang masih belum menjawab problematika bangsa, termasuk permasalahan korupsi.

Baca lagi :  Gunung Agung Erupsi Hari Ini, Waspadai Aliran Lahar Hujan

Begitu disampaikan pengamat politik yang juga Direktur Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menanggapi penangkapan pejabat di Kemenpora dan Kementerian PUPR oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini.

Menurut dia, perlu ada evaluasi dari sisi konsep maupun pelaksanaan revolusi mental.

“Platform revolusi mental harus diejawantahkan ke dalam program yang dapat membangun karakter bangsa yang anti korupsi,” kata Karyono saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Minggu 30 Desember 2018.

Program revolusi mental harus diarahkan untuk membendung gaya hidup (lifestyle) masyarakat seperti borjuis dan hedonis, yang  berpotensi menyebabkan perilaku korup. Gaya hidup yang menyukai kemewahan (glamor), foya-foya, serakah, dan ingin kaya mendadak tanpa bekerja keras dan rela mengambil hak orang lain.

Baca lagi : Jadi Tersangka KPK, PDIP Jambi Tak Beri Bantuan Hukum untuk Chumaidi dan Elhelwi

“Lebih dari itu program revolusi mental harus mampu melahirkan mental pejabat yang anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Terlebih mental aparat penegak hukum harus diperbaiki,” pungkasnya.

HOT NEWS