Wed. Jan 16th, 2019

OTT Kemenpora dan PUPR Menggerus Elektabilitas Jokowi

Inilahjambi – Sebelum menyasar Kementerian PUPR, Jumat 28 Desember 2018 kemarin, pada 19 Desember lalu tim penyidik KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kemenpora.

Baca lagiRevolusi Mental Jokowi Belum Sentuh Persoalan Korupsi

Rentetan OTT tersebut mencoreng citra pemerintah, bahkan berdampak pada turunnya elektabilitas petahana Joko Widodo.

Begitu pandangan yang disampaikan oleh Ketua Masyarakat Pemanatau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis), Sugiyanto, Sabtu 29 Desember 2018.

“Bahkan di Kemenpora menterinya (Imam Nahrawi) diduga terlibat. Ini membuat masyarakat bisa hilang kepercayanya untuk memilih Jokowi lagi,” ujar Sugiyanto.

Dengan begitu, Jokowi diminta tidak tinggal diam. Harus ada tindakan kongkrit guna membuktikan kepada masyarakat komitmen pemberantasan korupsi.

“Jokowi harus copot menterinya, artinya menterinya gagal. Jika tidak, komitmennya memberantas korupsi dipertanyakan,” ungkap Sugiyanto.

Menurutnya, dengan langkah tegas, efeknya bagus untuk pemerintahan Jokowi agar para pembantunya di kabinet berpikir dua kali untuk melakukan tindakan yang dapat menjerat korupsi.

Baca lagi : Jadi Tersangka KPK, PDIP Jambi Tak Beri Bantuan Hukum untuk Chumaidi dan Elhelwi

“Sekaligus akan menjadi efek jera, dan menteri-menteri yang lain lebih hati-hati,” pungkas Sugiyanto.

Sudah dibagikan