RW 01 Durian Luncuk Raih Juara Umum MTQ Ke III Tahun 2018

Inilahambi- Kontingen RW 01 Durian Luncuk, berhasil menjadi Juara Umum MTQ Ke III 2018 Kelurahan Durian Luncuk Kecamatan Batin XXIV, Senin malam 10 September 2018. Keberhasilan ini diumumkan panitia dalam acara penutupan MTQ yang di gelar di arena utama eks kantor lurah Simpang Tugu Durian Luncuk.

Kontingen RW 01, menjadi juara umum karena menyabet juara dalam beberapa kategori MTQ yang di gelar sejak Sabtu 08 September 2018 lalu di arena utama maupun Mesjid Al Khoiriyah, seperti kategori Tartil Quran, Barzanji, Syarhil, Tilawah, serta pawai taaruf.

Moment penyerahan piala bergilir juara umum ini, diserahkan oleh Lurah Durian Luncuk M. Elfa Fitrah Taufiq, di damping oleh Ketua Lembaga Adat, Ketua LPM serta beberapa tokoh tuo tengganai dan alim ulama, dan 20 dewan hakim 4 panitera kecamatan yang menjadi penilai.

Lurah Durian Luncuk M. Elfa Fitrah Taufiq, kepada Inilah Jambi, sangat bangga dan memberikan apresiasi yang sangat besar atas terselenggaranya MTQ Ke III ini yang juga sekaligus memperingati penyambutan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H.

“Saya bangga kepada seluruh komponen yang telah mensukseskan MTQ ini, serta memberikan apresisasi kepada seluruh masyarakat Kelurahan Durian Luncuk yang yang beramai-ramai datang memeriahkan acara penutupan” ucap M. Elfa.

Di samping itu, M. Elfa berharap kegiatan ini dapat digelar setiap tahun dengan volume peningkatan yang lebih baik.

“Saya harap, kegiatan MTQ ini dapat di gelar setiap tahun. Sudah barang tentu, giat ini diharapkan menuju pencapaian yang lebih baik, di samping acara-acara Islam lainnya” kata M. Elfa.

Ketika ditanya mengenai keinginan mulia dari giat ini, M. Elfa berkeinginan dengan MTQ dapat memotivasi anak-anak serta remaja dapat memahami isi Alquran sebagai benteng dari arus globalisasi yang banyak berisikan pengaruh buruk.

“Dalam derasnya era globalisasi sekarang ini yang banyak berisikan pengaruh buruk budaya luar, kebiasaan membaca Alquran serta memahami isi serta arti Alquran itu sendiri, dapat menjadi pedoman hidup, menjadi benteng yang kokoh dan kuat bagi anak-anak, remaja, serta kita sendiri, untuk menepis budaya-budaya luar yang tidak sesuai dengan aqidah masyarakat Durian Luncuk khususnya dan masyarakat Muslim Indonesia umumnya” pungkasnya.

 

 

(Ade Ambon)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com
SOROTAN