Sat. Feb 16th, 2019

Selain Afgan, Siapa Saja Para Musisi yang Pernah ‘Terusir’ dari Panggung?

Inilahjambi – Kejadian Afgansyah Reza yang ‘terusir’ dari panggung Prambanan Jazz Festival 2017 menjadi perbincangan di mana-mana. Melalui media sosialnya Afgan mengaku panitia mematikan lampu dan mematikan pengeras suara saat dirinya menyanyi, padahal baru di lagu ke-empat.

Itu pun dikonfirmasi oleh Anton, manajer artis yang ikut Afgan ke acara akhir pekan lalu.

Prambanan Jazz Festival sendiri berlangsung pada Jumat hingga Minggu 18 Agustus 2017 -20 Agustus 2017.

Panitia sudah buka suara atas ungkapan kekecewaan Afgan. Mereka mengklarifikasi bahwa jadwal penampilan Afgan yang molor membuatnya bentrok dengan penyanyi lain di panggung sebelah. Panggung Afgan harus dimatikan karena suaranya ‘bocor’ ke panggung sebelah.

Mereka pun sudah meminta maaf di hadapan publik.

Terlepas dari masalah itu, Afgan sebenarnya bukan satu-satunya musisi Indonesia yang pernah ‘terusir’ dari panggung. Ada beberapa musisi lain yang harus menghentikan penampilannya di atas panggung karena permintaan penggemar sampai serbuan polisi.

Sheila on 7

Saat tampil di Festival 90s Bandung, awal 2015 lalu, penampilan Duta cs terbentur jam malam. Panitia dan petugas keamanan mengumumkan bahwa acara telah usai setelah Sheila on 7 menyanyikan tujuh lagu. Awalnya penonton masih meminta mereka menyanyi.

Tapi bahkan bujukan sang vokalis sekali pun tak bisa merayu polisi. Konser pun dibubarkan.

Itu bukan pertama kalinya penampilan Sheila on 7 ‘dikudeta’ polisi. Sebelumnya, konser di Yogyakarta pada 2014 juga harus dibubarkan sebelum mampu memuaskan penonton, dengan alasan yang sama: jam malam. Saat itu dikatakan, konser So7 di sebelumnya juga bernasib sama.

Young Lex

Kontroversi Young Lex membuat tak semua pencinta musik menyukainya. Saat tampil di Banten Indie Clothing awal Januari lalu, ia merasakan pahitnya dibenci penonton.

Tak lama setelah Young Lex naik ke atas panggung, penonton melemparinya dengan botol air mineral, seakan memintanya untuk tidak tampil. Itu lantas membuatnya emosi. Young Lex pun menantang pelempar botol itu untuk naik ke atas panggung, dengan kata-kata yang kasar.

Ia juga melempar balik botol itu, kemudian dikawal turun panggung oleh petugas.

Seringai

Siapa tak bangga bisa membuka penampilan band kelas dunia seperti Metallica. Seringai mendapat kesempatan itu saat Metallica datang ke Indonesia pada Agustus 2013 lalu.

Tapi jauh sebelum itu, tepatnya saat manggung di Soundrenaline pada 2012, mereka pernah ‘dianaktirikan’ juga seperti Afgan di Prambanan Jazz Festival. Kasus mereka seperti yang menimpa Sheila on 7 di Bandung dan Yogyakarta. Penampilannya dipotong karena larut.

Mereka memang kebagian tampil paling akhir. Namun keputusan panitia memangkas waktu manggung Seringai membuat Arian sang vokalis kesal. Ia bahkan membanting mikrofon.

Superman is Dead (SID)

Bukan hanya Young Lex yang pernah mendapat perlakuan kasar dari penonton. Saat tampil di Volcom Skate Jam-O-Rama di Surabaya pada 2003 lalu, Jerinx cs diacungi jari tengah oleh beberapa penonton. Jari itu langsung teracung meski SID baru naik panggung dan tampil.

Tak cukup sampai di situ, penonton juga melempari SID dengan botol air mineral. Beruntung mereka tidak terlalu terpancing emosi dan memilih berhenti memainkan lagunya.

Saat itu, alasan penonton menolak mereka adalah isu SARA.

 

 

(Sumber: cnnindonesia.com)

 

Sudah dibagikan