Tue. Jun 18th, 2019

Tidak Terima Anaknya Dimarahi, Orangtua Murid Tendang Perut Guru

Inilahjambi.com — Puluhan guru SMA Negeri IV Penfui, Kota Kupang mendatangi Kantor Polsek Kelapa Lima untuk melaporkan kasus pemukulan yang dilakukan oleh seorang orangtua murid Matheos Tuflasa kepada guru bahasa Inggris Makrina Bikan di sekolah ini.

Kepala Sekolah SMA Negeri IV Kupang Agustinus Bire Logo mengatakan kedatangan mereka ke kantor polsek itu karena salah satu staf gurunya ditendang oleh pelaku.

“Jadi salah satu staf guru saya ditendang di perutnya karena dinilai melakukan tindakan kekerasan terhadap anaknya. Padahal sebenarnya adalah hanya menegur,” ujarnya seperti dilansir Antara, Jumat (19/10).

Kejadian bermula ketika Meidel Tuflasa (17) anak dari pelaku menabrak Makrina, dan langsung pergi begitu saja tanpa meminta maaf.

Korban kemudian mengejar anak itu, alasan kenapa tidak meminta maaf. Namun anak itu malah bersikap cuek.

Meidel malah kemudian mengeluarkan kata makian kepada ibu gurunya, sehingga merasa sakit hati, Makrina kemudian memarahinya.

Karena hal tersebut, siswa tersebut kemudian menelepon orangtuanya, dan tak begitu lama kemudian pelaku datang dan langsung menyerobot masuk kelas serta menendang perut korban. Melihat hal itu, para pelajar SMA tersebut langsung menyerbu pelaku, namun diselamatkan guru-guru yang lain dan dibawa masuk ke ruangan kepala sekolah.

Menurut Agustinus, perbuatan itu seharusnya tidak perlu terjadi di sekolah. Sekolah adalah tempat belajar dan kawasan yang jauh dari hal-hal bersifat kekerasan.

Lebih lanjut Agustinus mengatakan nasib salah satu anak didiknya itu belum bisa ditentukan saat ini, karena masih dilakukan rapat bersama. “Mungkin besok baru kami tentukan nasib anak ini. Dikeluarkan dari sekolah atau dipindahkan,” ujar dia.

Kapolsek Kelapa Lima AKP Didik Kurnianto mengatakan untuk sementara pelaku diamankan oleh anggotanya di mapolsek setempat. “Kami amankan dulu. Untuk proses penahanan belum kami lakukan, karena masih menunggu surat pengaduan dari pihak keluarga korban. Saat ini suami korban masih berada di Belu jadi kami masih menunggu,” kata dia pula.

Sudah dibagikan