Wed. Jan 16th, 2019

Akibat Gaji Tidak Terbayar, Celuritpun Melayang

Inilahjambi.com — Buhari (45th) warga dusun Temur lorong desa Angkatan kecamatan Arjasa kabupaten Sumenep telah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan warga desa Laok Jang-jang kecamatan Arjasa inisial Mts (42th).

Melansir laman beritalima.com, Penganiayaan tersebut dilakukan di rumah Buhari (korban) dusun Temur Lorong desa Angkatan kecamatan Arjasa sekitar pukul 10.00 wib pada Senin 15 Oktober 2018.

Menurut Kapolsek Arjasa Iptu Karsono,S.H kejadiannya berawal ketika tersangka Mts datang ke rumah korban untuk menagih gaji yang belum dibayar sewaktu kerja di negeri Jiran.

” Pada waktu ditagih Buhari bilang bahwa gaji Mts sudah habis untuk dibayarkan denda ketika tersangka ditangkap petugas imigrasi, ” terang Karsono.

Mendengar penjelasan dari Buhari,lanjut Karsono, tersangka jadi naik pitam dan mencabut sebilah celurit dari balik bajunya.

” Melihat tersangka mengeluarkan sebilah celurit, Buhari melakukan perlawanan dengan merebut celurit tersebut, ” tambah Karsono.

Akibatnya korban harus dirawat di Puskesmas Arjasa karena luka robek pada punggung, jempol kiri, telunjuk, tangan kanan dan luka lecet pada punggung tangan sebelah kiri.

Adapun motifnya, lanjut kapolsek karena tersangka gagal menagih gaji yang belum dibayar sewaktu kerja di Malaysia. Sedangkan tersangka saat ini sudah berhasil diringkus aparat kepolisian beserta barang bukti yang berupa sebilah celurit milik tersangka, dan baju milik korban.

Sudah dibagikan