Unjuk Rasa, Dir Samapta Polda Jambi ini Sempat Bersitegang Dengan Mahasiswa

Inilahjambi, KOTA JAMBI – Unjuk rasa Aliansi Gerakan Mahasiswa Jambi Jakarta Bersatu(GMJJB) dan LPI Tipikor, Selasa 10 November 2015 di halaman Polda Jambi sempat di warnai sedikit ketegangan.

Awalnya, saat unjuk rasa yang di mulai pukul 12.30 WIB itu, dan salah seorang mahasiswa sedang berorasi, tiba-tiba perwira menengah di jajaran Polda tersebut, langsung maju dan menunjuk-nunjuk mahasiswa dengan nada marah.

Perwira menengah yang diketahui menjabat Dir Samapta itu marah, karena saat berorasi mahasiswa tersebut mengatakan Kapolda Jambi kurang mengapresiasi dalam menuntaskan sejumlah kasus korupsi di sejumlah daerah di Provinsi Jambi.

”Kamu jangan asal omong. Kapolda sangat merespon terhadap kasus-kasus yang saat ini sedang ditangani Polda Jambi,”kata Kombes Pol Franki Samosir dengan nada tinggi.

Dia merasa tidak terima dengan orasi Eko, mahasiswa yang melontarkan kata-kata itu di hadapan puluhan anggota kepolisian yang menjaga unjuk rasa gabungan mahasiswa dan masyarakat tersebut.

Namun, oleh Eko kemarahan perwira itu tidak digubris dan terus melakukan orasinya.

Unjuk rasa Aliansi GMJJB dan LPI Tipikor ke Polda Jambi menuntut agar sejumlah kasus yang saat ditangani cepat di usut dan ditindak lanjuti.
Usai berorasi, beberapa utusan dari mahasiswa di terima oleh beberapa perwira menengah Polda Jambi. ”Kami meminta Kapolda untuk mengusut dan menindaklanjuti sejumlah kasus korupsi dan juga kasus kriminal yang terindikasi mandeg,”kata Eko, koordinator lapangan unjuk rasa di depan sejumlah petinggi Polda Jambi.

Pihak Polda Jambi sendiri berjanji akan menindaklanjuti laporan dari Aliansi GMJJB dan LPI Tipikor itu.

 

 

(BUDHIONO)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:[email protected]
SOROTAN