WhatsApp Tim BaJo, Lawan Berat Gibran Rakabuming Putra Jokowi di Pilkada Solo Dibajak

WhatsApp Lawan Berat Gibran Rakabuming Putra Jokowi di Pilkada Solo Dibajak
 

Inilah Jambi – Nomor telepon yang biasa digunakan untuk aplikasi WhatsApp milik Ketua Humas Tim Pemenangan Bagyo Wahyono – FX Suparjo (BaJo), Hendri Hendardi diambil alih orang tak dikenal. Pelaku meminta uang jutaan rupiah kepada sejumlah nomor kontak secara acak.

Diketahui, BaJo merupakan pasangan calon yang berkontestasi di Pilkada Kota Solo, Jawa Tengah. Mereka melawan Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa.

Baca juga:

Ketua Divisi Kreatif Pemenangan BaJo, Aryo Yudho mengatakan pihaknya telah melaporkan pembajakan tersebut ke pihak WhatsApp.

“Untuk sementara nomor itu diblokir sampai lima hari ke depan,” katanya saat dihubungi melalui telepon.

Gibran Semringah Usai Debat Perdana Pilkada Solo Lawan BaJo

Nomor +6281248510933 milik Hendri diambil alih sekitar pukul 22.00 WIB pada Kamis malam lalu (12/11). Awalnya, Hendri menerima pesan panjang dari nomor tak dikenal.

Hendri sempat membuka pesan tersebut namun tidak membalas sama sekali. Ia sempat membalas sejumlah percakapan dengan beberapa orang.

“Tiba-tiba WhatsApp-nya log out nggak bisa login lagi. Sudah dicoba uninstall lalu instal ulang nggak bisa juga,” katanya.

Hendri menjadi administrator di sejumlah grup termasuk grup koordinasi tim pemenangan. Pelaku, usai mengambil alih nomor Hendri, lantas menutup akses percakapan di grup-grup tersebut.

Sekitar pukul 23.00 WIB pelaku mengirim pesan “sedang di mana?” kepada sejumlah orang secara acak termasuk beberapa awak media.

“Ada beberapa orang yang menanggapi. Ternyata minta uang Rp 3juta ditransfer ke Rekening BNI atas nama Mirna Yani,” katanya.

Menurut Aryo, hingga saat ini tim BaJo belum mendengar adanya korban penipuan tersebut. Hingga saat ini Hendri belum melaporkan kepada polisi. Menurut Aryo, pihaknya masih berkonsultasi dengan orang-orang yang berkompeten.

“Jadi untuk sementara korbannya ya Mas Hendri sendiri yang dirugikan reputasinya. Kita masih konsultasikan, kasus ini bisa dilaporkan atau tidak kalau tidak ada korban yang tertipu,” katanya.

(CNN Indonesia)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

HOT NEWS