6 Kali Tolak Mediasi, Orang Tua Siswa Titian Teras Ngotot Polisikan Teman Anaknya

6 Kali Tolak Mediasi, Orang Tua Siswa Titian Teras Ngotot Polisikan Teman Anaknya


Inilah Jambi – Pihak SMA N Titian Teras Abdurahman Sayuti sudah melakukan 4 kali upaya mediasi antara orang tua siswa Raffi dan Dzaki, sejak peristiwa pemukulan terjadi pada 4 November 2021 lalu.

Selain pihak sekolah, upaya mediasi juga dilakukan paguyuban orang tua siswa sebanyak 2 kali. Namun hasilnya nihil. Orang tua Raffi tetap membuat laporan ke Polda Jambi.

“Pihak sekolah sudah 4 kali upayakan mediasi namun gagal. Kemudian paguyuban juga sudah mendatangi orang tua Raffi kerumahnya meminta agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan, namun tetap saja gagal,” ujar Kepala SMK Titian Teras, Pahrin Wirnadian, kepada Inilah Jambi, Sabtu 4 Desember 2021.

Raffi dipukul Dzaki sehingga mengalami luka 9 jahitan luar dalam di bagian pelipis dan bawah bibir.

Menurut Pahrin, usai di BAP pihak sekolah, dirinya sebagai kepala sekolah bertanya kepada Raffi, apakah orang tuanya sudah tahu kejadian ini. Dikatakan Pahrin, saat itu justru Raffi yang menolak orang tuanya diberi tahu.

“Dua kali saya tanya ke Raffi, apakah orang tuanya diberitahu. Dua kali pula dia menolak dengan alasan takut dimarahi. Jadi bukan kami yang menutup-nutupi dari orang tua Raffi seperti perkataannya. Kami punya rekaman waktu saya bertanya ke Raffi pada malam kejadian,” kata Pahrin.

Perwakilan paguyuban yang datang ke rumah orang tua Raffi untuk memediasi juga merupakan orang-orang penting di Jambi dan peduli dengan kejadian ini.

“Ada Pak Fadli Sudria, beliau ketua paguyuban sekaligus Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Jambi, ada Pak Idham Khalid, beliau sekretaris dan mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dan Bu Eva, jaksa di Kejari serta lainnya. Begitu tinggi perhatian paguyuban terhadap kasus ini dan ingin segera menyelesaikannya, tapi tetap saja tak bisa melupakan hati orang tua Raffi,” papar Pahrin.

Baca juga:

Diketahui, Raffi dipukul oleh rekannya sesama siswa TT bernama Dzaky Ilham pada 04 November 2021 yang lalu.

Akibat pemukulan itu, Raffi mengalami luka-luka hingga harus dijahit di bagian pelipis dan bawah bibir sebanyak 9 jahitan. Orang tua Raffi menuding pihak sekolah menutup-nutupi peristiwa pemukulan ini.

Orang tua Raffi, Rezni Dinanti mengatakan, dirinya mengetahui penganiayaan terhadap anaknya justru dari grup WhatsApp orang tua beberapa hari setelah anaknya dianiaya. Raffi dan Dzaky bersama siswa lainnya tinggal di asrama sekolah.

Berita terkait:

 

(Nurul Fahmy)


 

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Mari bersama menghargai karya jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

SOROTAN
error: OPPPS, MAU NGAPAIN? Konten ini dilindungi !!