Lion Air yang Jatuh Buatan Tahun 2018, Pilot Miliki Pengalaman 5.000 Jam Terbang
Lion Air yang Jatuh Buatan Tahun 2018, Pilot Miliki Pengalaman 5.000 Jam Terbang
- CVR Lion Air Ditemukan Terkubur 20 Cm di Dalam Lumpur
- Ribuan Anak Ayam Bantuan Pemerintah Mati di Penerbangan Lion Air, Manajemen Lepas Tangan..
- Lima Istri Salah Satu Korban Jatuhnya Lion Air Saling Klaim Duit Asuransi Rp1,3 Miliar
- Jenazah Satu Warga Jambi Korban Lion Air Sudah Diserahkan ke Keluarga
- 1 Penyelam Meninggal Dunia Saat Proses Pencarian Lion Air
- Hari ke-6, 159 Penyelam Cari Korban dan Puing Lion Air JT 610
- Transkrip Percakapan Pilot Lion Air JT 610 dengan ATC di 12 Menit Terakhir…
Inilah Jambi – Penerbangan Lion Air nomor penenerbangan JT 610 dengan rute Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang.
Menurut Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, melalui siaran pers yang diterima Inilahjambi, Senin 29 Oktober 2018, pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8. Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 . Pesawat dinyatakan laik operasi.
Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628” (sekitar Kerawang).
Menurut Danang, pesawat mengangkut 178 penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi.
Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula.
Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang.
