Thu. Apr 25th, 2019

Alasan Santriwati Muda Asal Merangin ini Gantung Diri Bikin Pilu

Ilustrasi

Inilahjambi – Seorang santriwati berusia 16 tahun asal Desa Rentaumacang, Dusun Sependung RT 03 Kecamatan Muarasiau Kabupaten Merangin, ditemukan gantung diri di rumahnya pada Senin 29 Oktober 2018 sekitar pukul 11.00 WIB.

Laporan kepolisian setempat yang ditujukan kepada Kapolres Merangin, AKBP I Kade Utama Wijaya, menyebutkan, santriwati bernama Rt binti M ini diduga nekat bunuh diri karena tidak kuat menanggung beban hidup yang dideritanya.

“Informasi awal korban murni bunuh diri (gantung diri) karena depresi ibunya yang sakit tidak sembuh-sembuh. Selama ibunya sakit korbanlah yang mengurusi adik-adiknya,” ujar polisi dalam laporan tersebut.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan visum. Jenazah Ratna dikebumikan sekira pukul 16.00 wib di pemakaman umum Desa Rantaumacang, Muarasiau, Merangin.

Sebelumnya, Rt yang bersekolah di Ponpes Depati Agung Pulau Raman Kecamatan Muarasiau ini ditemukan tewas dengan leher tergantung di kamar rumahnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya yang bernama Ish bin M. Dia menemukan Rt telah tergantung dengan menggunakan kain di tiang dalam kamarnya.

Kemudian kakak kandung korban memberitahukan kejadian tersbut ke tetangga sekitar rumah. Dan pada saat diturunkan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

 

 

Sudah dibagikan