Begini Kesulitan Kemenag Identifikasi Korban Tragedi Mina

Inilahjambi, Makkah – Hingga hari ketiga setelah terjadinya tragedi Mina, pihak Kementerian Agama Indonesia baru bisa mengidentifikasi 14 jemaah haji asal Indonesia yang meninggal akibat insiden itu.

Pihak Kemenag mengaku mendapatkan banyak kesulitan saat melakukan identifikasi korban yang tersebar di beberapa rumah sakit di Mina dan Makkah.

“Kami akan berupaya memperoleh data yang tepat dan akurat mengenai jamaah haji Indonesia. Masih ada sejumlah jamaah yang belum kembali ke maktab. Koordinasi pemerintah setempat, teman-teman dari KJRI karena mereka punya akses ke instansi Arab Saudi,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Abdul Djamil saat menggelar konferensi pers di Makkah, Sabtu (26/9/2015).

Abdul menguraikan berbagai kesulitan yang dihadapi Kemenag saat melakukan identifikasi. Banyak korban yang tidak memakai gelang, slayer atau tas penanda yang biasa digunakan jemaah Indonesia, sehingga proses identifikasi semakin sulit.

“Semalam ada sekitar 500 jenazah. Kami peroleh akses ke kamar jenazah. Buka peti yang sudah disiapkan dan proses identifikasi. Ini juga tidak sederhana, banyak jemaah tidak pakai gelang identitas, tas yang dibawa mereka. Kita perlu crosschek ke ketua kloter atau rombongan. Sekecil apapun itu jadi pintu masuk, ini tidak bisa sembarangan,” jelas Abdul.

“Jadi kalau di rumah sakit begitu pasien datang di front gate lalu terhadap yang meninggal di ruang penyimpanan. Proses identifikasi dari pihak lain, lembaga penanganan darurat di Al Muaisim, dibawa ke sana. Pukul 00.00, kami peroleh foto,” imbuhnya.

Salah satu cara yang dipakai pihak Kemenag adalah dengan menyisir foto setiap jemaah yang tewas. Ada 500 foto yang harus disisir satu persatu dengan waktu yang juga terbatas.

“Ada 500 foto sisir satu per satu, wajah Indonesia. Kalau ada slayer atau ihram bertuliskan Indonesia menjadi pintu masuk. Kita minta izin lihat ke kamar jenazah kalau ada tanda-tanda siapa orang itu sebenarnya. Kalau itu semua tidak ada, kita ajak ketua kloter atau ketua rombongan. Nomor kloter tidak ada, hanya berdasarkan selembar kain, kita harus lakukan pendalaman lebih lanjut bahwa yang di kamar jenazah adalah Indonesia,” tegas Abdul.

Hingga pukul 13.00 waktu Arab Saudi tercatat ada 14 jemaah haji Indonesia dinyatakan meninggal akibat tragedi Mina. Selain itu, saat ini masih ada 112 jemaah yang masih dalam pencarian karena belum diketahui keberadaanya.
(dtk)

Bagikan
HOT NEWS