Berbagi Pengalaman dengan Tiga Mahasiswa Asal Jambi di Turki (3)

Inilah Jambi

Inilah Jambi

Berbagi Pengalaman dengan Tiga Mahasiswa Asal Jambi di Turki (3)

Inilah Jambi, BOLU (TURKI) Tidak banyak anak-anak Jambi yang dapat berkuliah di Turki. Dalam tiga tahun ini saja, hanya tiga anak-anak muda Jambi yang lolos berkuliah di sana melalui program beasiswa dari Pemerintah Turki, mereka Effen, Rizky Amallia dan Azzam.

Kontributor Inilahjambi di Turki, Kiky, beberapa waktu lalu mewawancarai tiga mahasiswa tersebut untuk berbagi pengalaman, khususnya kepada anak-anak muda di Jambi, tentang suka-duka berkuliah di Negeri Al Fatih tersebut.

Selain Risky dan Effen, mahasiswa asal Jambi yang berkuliah di Turki ketiga dalam dua tahun belakangan ini adalah Muhammad Azzam.

Remaja asal Kabupaten Sarolangun ini sedang menempuh pendidikan S1 di Karadeniz Teknik University, jurusan Landscape Architecture.

Di tahun ketiganya tinggal di Turki, anak muda kelahiran 12 Agustus 1995 ini memang lebih banyak makan asam garam dibanding Effen dan Rizky.

Bagi Azzam, hal yang paling melekat pada Turki adalah sikap warga negaranya yang pasif dan apatis terhadap dunia luar.

“Turki bukanlah sekedar sebuah negara, Turki adalah sebuah bangsa,“ ujar Azzam menirukan kata-kata orang Turki.

Maksudnya, rakyat Turki merasa bangga atas apa yang mereka miliki dan menurut mereka yang terbaik adalah apa yang berasal dari mereka sendiri.

Sebagai warga Negara Indonesia yang menjunjung tinggi perbedaan kebudayaan, hal tersebut menjadi ujian paling berat yang ia rasakan selama beradaptasi di negeri dua benua ini.

Contohnya, ketika mereka mencicipi masakan Indonesia yang terasa asing, mereka kemudian berkomentar ketus “ Bu ne ya, nasil bir tadi bu..” yang kira kira artinya adalah “ Apaan nih? Rasanya aneh sekali,”.

Ketika ditanya, apakah hal tersebut merupakan bentuk “ fanatisme ” masyarakat Turki terhadap negaranya, Azzam dengan tegas menjawab bahwa hal tersebut lebih mengarah pada sikap warga Turki yang cenderung menutup mata terhadap dunia luar. Namun sekarang, pada masa pemerintahan Erdogan, beliau menarik mahasiswa asing dalam jumlah banyak sebagai salah satu usaha untuk membuka mata masyarakat Turki.

Baca juga:

 

Satu hal lain yang tersembunyi dan tidak banyak orang tahu, Turki yang selama ini kita kenal sebagai titisan kesultanan Islam terbesar di dunia sebenarnya telah kehilangan identitasnya sendiri.

“Seperti kebanyakan orang, sebelum saya datang ke Turki, saya pikir Turki adalah Negara Islam yang masih menjunjung tinggi ideologi kesultanannya. Namun setelah saya hidup disini, saya sadar bahwa semua itu hanya tinggal puing-puing bangunan sebagai pengingat sejarah,” tambahnya.

Turki sekarang adalah Turki yang lebih modern dan sekuler, yang ditanam oleh Kemal Pasha Ataturk pada masa pemerintahannya dulu.

Demikianlah Azzam, anak muda berpotensi ini merupakan alumni SMA 4 Kota Jambi. Sekarang dia tinggal di Kota Trabzonia, Turki.

(Kiky Amalia)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.
SOROTAN