Dahlan Iskan Diperiksa Soal Penjualan Aset Negara

Inilahjambi – Dahlan menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai saksi kasus dugaan korupsi penjualan aset negara yang dikelola BUMD PT Panca Wira Usaha (PWU), Senin 24 Oktober 2016. Pemilik JPNN ini hanya tersenyum sambil menyapa para pewarta di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Mantan Menteri BUMN ini mendatangi Kejati sambil menyapa para wartawan dan tidak banyak kata yang diucapkan.

“Pagi, selamat pagi semua,” sapa Dahlan sambil senyum dan masuk ke dalam Gedung Kejati Jatim, kawasan Ahmad Yani Surabaya.

Dahlan yang datang sekitar pukul 08.30 Wib bertanya media mana saja yang hadir di Kejati.

“Kamu dari mana, kamu, sudah ya nanti saja,” tanya Dahlan sambil meninggalkan wartawan masuk ke dalam lift menuju ke lantai 5 Kejati Jatim.

Sudah ada 25 saksi yang diperiksa dalam kasus yang diduga merugikan negara miliaran rupiah akibat penjualan aset negara berupa 33 tanah dan bangunan tanpa melalui prosedur ini. Saksi-saksi tersebut di antaranya anggota DPD Emilia Contesa, pengusaha Alim Markus dan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan serta eks Ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung berharap para saksi yang diperiksa secara maraton tidak sakit.

“Kita lihat hasil pemeriksaan, mudah mudahan dia (Dahlan) bisa sehat terus,” kata Maruli di Kejati.

Ia menyebut tersangka Wisnu Wardhana juga menjalani pemeriksaan hari ini. Namun Maruli menegaskan tidak akan ada pemeriksaan konfrontir antara Wisnu Wardhana dengan saksi Dahlan Iskan. “Ini dia (Wisnu Wardhana) lagi dijemput untuk diperiksa hari ini. Tidak ada konfrontir, diperiksa masing masing,” ungkap dia.

Maruli juga mengungkapkan saksi yang sudah diperiksa sebanyak 80 orang. Meski sudah banyak saksi yang diperiksa tetapi baru 1 tersangka yang ditetapkan, pihaknya membantah ada kesulitan dalam mendalami kasus yang merugikan negara miliaran rupiah akibat penjualan 33 aset negara berupa tanah dan bangunan.

“Sekian saksi kalau tidak salah. Tidak ada kesulitan, tidak ada final kan harus didalami, harus kuat buktinya,” tegas Maruli.
(Muhammad Ikhlas)

Bagikan
HOT NEWS