Mon. Jun 17th, 2019
Pelaku pencabulan bernama FA (40) seorang guru silat. Foto: Doni/Serujambi.com

Pelaku pencabulan bernama FA (40) seorang guru silat. Foto: Doni/Serujambi.com

Disembur Air Ludah Guru Silat, Begini Kronologi Pencabulan Anak di Mendalo

Inilahjambi – Oknum guru silat berinisial FAT (40) diduga menggunakan pengaruh gaib saat mencabuli muridnya yang masih di bawah umur.

Warga Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jaluko, Muarojambi ini awalnya pura-pura memanggil dan mengajak bicara muridnya. Namun tidak lama kemudian dia menyemburkan ludahnya ke muka sang murid.

Sang murid yang diludahi seperti hilang kontrol atas dirinya. Disaat seperti itulah aksi pencabulan sang guru terjadi.

Kapolres Muarojambi AKBP Mardiono seperti dilansir kabardaerah.com, mengakui telah mengamankan FAT pada Senin malam lalu.

“Tersangka kita tangkap di pondok tempat jaga ikan di Desa Mendalodarat, Jaluko oleh unit PPA Polres Muarojambi dan unit Reskrim Polsek Jaluko tanpa ada perlawanan,” ungkapnya, Kamis 10 1 Januari 2019.

Dipaparkan Kapolres, kKejadian itu bermula saat korban bersama temannya mengantar minuman ke arah pos belakang kuburan Budi Luhur II, samping Perumahan Aston Villa, Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muarojambi.

Pelaku yang melihat itu, memanggil korban seraya teman korban tetap menuju pos. Sedangkan korban terus mendatangi pelaku.

Baca juga: 

Selanjutnya, pelaku menyuruh korban menghapalkan suatu ayat dan mengajaknya ke semak-semak. Kemudian pelaku berkata ke korban,

“Ndok kamu mau ndak orangtua kamu baikkan?”
Korban yang mendengar omongan pelaku menjadi terkejut dan bertanya dalam hati, “kok pelaku bisa mengetahui bahwasanya orang tuanya sedang ada masalah.”

Dengan spontan korban menjawab, “mau Pak Lek.”

Selanjutnya, pelaku mengatakan “besok anak kamu kan ada 12, Pak Lek minta 2 untuk istri. Kalau sudah hamil nanti kamu saya kasih uang, motor, dan mau di sekolahin.”

Setelah bicara kepada korban, pelaku langsung memegang pipi korban dan meludahi mulut korban. Anehnya, seketika itu korban menjadi terkejut dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Suasana yang sepi, membuat tersangka bebas melakukan aksi bejat cabulnya sambil berdiri. Bahkan tersangka sempat bertanya kepada korban,
“enak nggak?”

Korban yang diduga dikuasai pengaruh tersangka hanya bisa diam, pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Korban hanya bisa menangis dan tidak bisa bergerak serta berteriak.

Dirasa hawa nafsunya sudah terpenuhi, pelaku menghentikan perbuatannya. Selanjutnya, korban langsung bisa bergerak sembari menghapus air matanya. Melihat dirinya yang ada yang tidak beres, korban langsung memakai celananya kembali.

Setelah itu korban bersama pelaku keluar dari semak-semak seraya pelaku berbicara kepada korban, “jangan bilang ke orang lain, nanti kamu yang ditertawakan dan tidak ada yang percaya.”

Korban pun berlalu dan hanya bisa terdiam.

Usai keluar dari semak-semak, pelaku menuju pos lain, sedangkan korban menuju pos kuburan sambil menangis. Hal ini membuat teman-teman korban yang di pos kuburan bertanya, “kenapa menangis?” Namun, korban tetap diam dan tidak menjawab.

Setelah itu, korban hanya melihat adik tingkat korban yang ujian kenaikan sabuk dan kembali ke lapangan.

Menurut Kapolres, kejadian tersebut terjadi pada bulan Maret tahun lalu. Kemudian, mengetahui apa yang dialami korban, pihak keluarganya tidak terima dengan peristiwa tersebut.

Selanjutnya, pihak keluarga mengadukan ke pihak kepolisian. Berdasarkan laporan pihak keluarga, yakni LP / B – 10 / I / 2019/ Jambi / Res. Ma. Jambi / Sek. Jaluko, petugas langsung melakukan penyelidikan.

“Saat ini, tersangka sudah ditahan di Polres Muarojambi dan masih dalam pemeriksaan petugas,” imbuh Mardiono.

Sudah dibagikan