Sat. May 25th, 2019
Ilustrasi Sarjana

Ilustrasi Sarjana

Skandal Akademik Calon Wakil Bupati Kerinci, Lulus Skripsi Meski Mata Kuliah Belum Lengkap

Inilahjambi – Calon Wakil Bupati Kerinci yang kalah dalam Pilkada 2018 lalu, Arsal Apri (56), dinyatakan lulus ujian skripsi dengan nilai A di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Nusantara Sakti Kerinci-Sungaipenuh, belum lama ini. Padahal dia belum melengkapi persyaratan lulus mata kuliah sebanyak 30 SKS di kampus tersebut.

Skandal di dunia pendidikan ini terkuak setelah sumber  kerincitime.co.id  jaringan media inilahjambi.com , mendapatkan informasi soal Arsal yang belum lulus sejumlah mata kuliah.

“Mata kuliah yang belum lulus adalah Dasar-Dasar Akutansi, Etika Adm, Adm Pembangunan, Atoda, Sistem Administrasi Indonesia, Perencanaan Pembangunan, Sistem Politik Indonesia, Akutansi Pemerintah, Analisis Laporan Keuangan, Perusahaan Adimistrasi dan juga mata kuliah lainnya,” tulis kerincitime. co.id, Jumat 11 Januari 2019.

Baca juga:  Puluhan Dosen Universitas Jambi Dipecat, ini kata Rektor Unja Johni Najwan

Meski belum lulus mata kuliah, nama Arsal bisa lolos dalam sistem administrasi STIA yang dimasukkan dalam portal STIA dan portal prodi, sehingga dia bisa melaju ke ujian skripsi. Kerincitime mencium ada permainan di aplikasi ini. 

Kelulusan Arsal atas skripsi yang berjudul “Persepsi Masyarakat Terhadap Kinerja Pemerintah Kabupaten Kerinci Tahun 2014-2019”, itu terlihat dari berita acara sidang skripsi. Para pengujinya dalah Ardianto, S.Sos, M.Si, sebagai ketua penguji, penguji utama Murlinus, SH, MH, Anggota Efendi, S.Sos, M.Si, dan Hengki Pernando, ST, M.Si, Sekretaris Idel Aprianto, SE, MM. 

Hebatnya, semua penguji memberikan nilai 80 untuk Arsal.

Ketua STIA Nusa Murlinus yang dikonfirmasi akhirnya mengakui ada keteledoran dari pihaknya atas kejadian ini, karena ujian mendadak dan data yang diterima lengkap.

Baca lagi:

Terbongkar, Buku Teori untuk Mahasiswa Karya Dosen FIB Universitas Jambi Hasil Plagiasi

Penerbit Benarkan Buku Dosen FIB Universitas Jambi Hasil Plagiasi

“Saya kira tidak ada masalah, ternyata banyak dosen yang protes,” ungkap Murlinus di ruang kerjanya Kamis 10 Januari 2019.

Dijelaskannya, proses yang dilalui untuk dapat ujian skripsi adalah lulus semua mata kuliah dan masuk dalam portal online, kemudian diajukan ke program studi. 

Di samping itu untuk skripsi harus disetujui layak, dan berhak masuk ke sidang sidang skripsi oleh pembimbing.

“Awalnya saya melihat semua proses sudah selesai, baik itu nilai dan skripsinya, jadi tidak ada masalah lagi, ternyata itu tidak benar,” ungkapnya.

Dengan janji ini, Murlinus berjanji akan memberi sanksi kepada siapa pun yang berani melakukan manipulasi data tersebut.

“Saya akan berikan hukuman sesuai peraturan kampus terhadap siapa saja yang memenangkan klaim terkait ini,” ungkapnya.

Lihat berita:  Suami Dosen STIKES HI Jambi Jadi Korban Jatuhnya Lion Air JT 610

Murlinus kemudian memenangkan, hasil ujian skripsi atas nama Arsal Apri dibatalkan.

“Kami batalkan hasil ujian skripsinya, ternyata masih banyak mata kuliah yang belum selesai” ungkap Murlinus yang juga membimbing Utama Skripsi Arsal.

Keputusan tersebut dituang dalam Surat STIA Nomor: 17 / STIA-NUSA / I / 2019 tentang pembatalan kelulusan ujian skripsi.

Sudah dibagikan