Jaksa Agung ST Burhanuddin Tiba di Jambi Malam ini

Inilahjambi – Jaksa Agung ST Burhanuddin tiba di Jambi melalui Bandara Sultan Thaha Syaifuddin, pada Senin malam 6 Januari 2020 sekitar pukul 20.12 WIB.

Melalui ruangan VIP Bandara, ST Burhandudin disambut Gubernur Jambi Fachrori Umar dan Ketua dan Wakil KEtua DPRD Edi Purwanto dan Rocky Candra. Laporan dari lapangan, Jaksa agung segera bertolak ke hotel untuk istirahat.

Kedatangan Jaksa Agung ST Burhanuddin diharapkan menjadi ajang transparansi publik terkait sejumlah kasus besar yang ditangani lembaga ini.

Baca juga: Ke Jambi, Jaksa Agung dan Kajati Baru Harus Jelaskan Perkembangan Kasus Kakap

Diantaranya yakni perkembangan kasus proyek pipa air bersih di Kabupaten Tanjab Barat dan pembelian lahan batubara di Kabupaten Sarolangun yang menyeret dua nama kepala di daerah itu.

Sejauh ini, laporan sejumlah kasus itu tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Terakhir, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi yang lama Andi Nurwinah, hanya mengatakan Kejagung akan memanggil ulang Walikota Jambi Syarif Fasha.

Walikota ini sebelumnya disebut telah dipanggil sebanyak dua kali untuk diperiksa. Namun mangkir pada panggilan terjadwal 31 Juli 2019 terkait pengusutan kasus pipanisasi Tanjab Barat 2009/2010.

Baca juga: Kasus Korupsi, Walikota Jambi Syarif Fasha Diperiksa Tim Kejagung RI

Lihat: Mangkir dari Panggilan Kejagung, Walikota Jambi Fasha Malah Ada Disini…..

“Sudah dua kali ya, Minggu depan akan dipanggil lagi. Cuma waktu konkret belum tahu, beliau (Wako) janji datang. Kita tunggu saja ya, saya belum dapat jadwal pastinya. Pokoknya Minggu depan saja,” ujar Andi Nurwinah 20 Agustus 2019 lalu.

Sumber Inilahjambi di Kejagung pada pertengahan Desember 2019 lalu menyebutkan, lembaga ini kembali membuka kasus di Jambi tepat setelah Kajati lama Andi Nurwinah dicopot dan diganti dengan “komandan baru” Judhy Sutoto.

“Ass(alamualaikum) dinda, kasus pipa si Walikota dan Bupati mau dinaik lagi nih,” ujar sumber Inilahjambi melalui pesan Whatapps 16 Desember 2019.

Tidak dijelaskan lebih lanjut siapa walikota dan bupati yang dimaksud dalam pesan ini. Namun dapat diduga, walikota yang dimaksud dalam kasus pipanisasi jelaslah Syarif Fasha. Sementara bupati yang dimaksud yakni terkait kasus pembelian lahan batubara di Kabupaten Sarolangun yang menyeret Cek Endra sebagai Bupatinya.

Diketahui, kasus korupsi pembangunan jaringan air bersih di Tanjab Barat Tahun Anggaran 2009-2010 ini sudah menyeret empat orang tersangka. Dalam kasus ini negara dirugikan sebesar Rp18 miliar lebih.

Sebagai pelaksana proyek saat itu, Walikota Jambi dua periode ini diduga terlibat dalam kerugian negara.

Baca lagi:  Beda dengan Fasha, Bupati Safrial Penuhi Panggilan Kejagung, Ibnu: Kredibilitasnya Diragukan…

Sementara kasus korupsi pembelian lahan batubara seluas 400 hektare di Sarolangun, Kejaksaan Agung terus membidik tersangka baru, setelah sebelumnya menetapkan 6 tersangka. Salah satu tersangka adalah bos PT Tamarona Mas Internasional yang juga pemilik salah satu media online di Jambi, Matlawan Hasibuan.

Jubir Kejagung Mukri, sebelumnya mengatakan, tim penyidik tindak pidana khusus Kejagung memeriksa Bupati Sarolangun Cek Endra.

Berita terkait: Sembilan Jam Bupati Sarolangun Cek Endra Diperiksa Tim Kejagung di Jambi

Cek Endra diperiksa dalam kapasitasnya dalam pengeluaran izin usaha pertambangan dan eksplorasi lahan batubara pada tahun 2010 yang telah dibeli PT. Antam Tbk.

Menurut Mukri, pemeriksaan ini menjadi acuan Kejagung membidik tersangka baru dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp 91,5 miliar tersebut.

“Penyidik menilai memerlukan keterangan dari yang bersangkutan,” ujar Mukri dalam keterangan persnya, Selasa 9 Juli 2019 dikutip klikanggaran.com

Sementara kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi yang baru, Judhy Sutoto, diharapkan memfasilitasi informasi perkembangan kasus yang menjadi sorotan publik di Jambi ini.

“Kehadiran Jaksa Agung di Jambi besok ini diharapkan memberikan informasi penting terkait sejumlah kasus di Jambi yang mereka tangani. Kasus-kasus besar yang menyita perhatian publik di daerah ini. Jangan sampai kehadiran Jaksa Agung ini hanya sekedar reuni atau romantisme, karena beliau pernah lama bertugas di Jambi,” kata aktivis Jambi, Amrizal Ali Munir.

ST Burhanuddin diketahui memang lama bertugas di Jambi sebagai staf di Kejati sampai kepala Kejaksaan Negeri Bangko.

 

 

HOT NEWS