Kepala Daerah Baru Tidak Boleh Ganti Pejabat Sebelum 6 Bulan, Jika Dilakukan Sama Dengan Korupsi

Inilahjambi, JAMBI – Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono mengatakan, pihaknya akan menerbitkan Surat Edaran yang menegaskan Pasal 162 UU Pilkada, yang berisi larangan kepala daerah mengganti pejabat selama enam bulan setelah dilantik.

Menurut dia, dikutip dari Media Indonesia, SE tersebut juga mengatur kepala daerah untuk mengembalikan uang negara jika tetap mengganti pejabat dengan orang dekat.

Penggantian uang negara itu karena orang dekat yang menggantikan mendapat gaji dan tunjangan yang diambil dari APBD.

“Seluruh mutasi yang dilakukan sebelum 6 bulan dianggap tidak sah dan seluruh pengeluaran tunjangan (bagi pejabat yang menggantikan) selama proses itu dianggap kerugian negara nanti diperiksa BPK, misal Rp2 juta yang sudah dikeluarkan untuk membayar sebuah posisi yang tidak sah namanya korupsi, sanksinya dianggap korupsi,” jelasnya.

Dalam melakukan pengawasan, Kemendagri akan memaksimalkan inspektorat daerah, selain itu Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk melakukan supervisi.

“Prinsip Kemendagri meminta seluruh kepala daerah tetap profesional, dalam pengertian berbasis kompetensi, tidak balas jasa, kalau proporsional ya harus mengikuti regulasi yang ada,” tegasnya.

Dipaparkan Sumarsono, penerbitan SE tersebut menindaklanjuti banyaknya aksi politik balas jasa dan balas dendam yang dilakukan kepala daerah usai pemilihan kepala daerah.

Gelagat ini sudah dicium Kementerian Dalam Negeri. Politik balas jasa dalam hal ini dengan menempatkan orang dekat atau tim sukses dalam posisi pejabat di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Sementara politik balas dendam dengan menyingkirkan birokrat yang tidak mendukung kepala daerah terpilih saat pemilihan.

“Saya membaca situasi ini, sepertinya sudah ada yang mulai ancang-ancang untuk membuat kabinet baru, apalagi incumbent dimana ada SKPD yang tidak mendukung (bakal disingkirkan), indikasinya hampir merata di seluruh Provinsi,” ujar.

 

 
(Muhammad Ikhlas)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Mari bersama menghargai karya jurnalistik.
SOROTAN