Mantan Kajati Jambi Jhon Walingson Purba Pernah Ketahuan Bawa Uang Sekoper Sebelum Dicopot

Ilustrasi/net

Inilah Jambi

Inilah Jambi

Bagikan:

Mantan Kajati Jambi Jhon Walingson Purba Pernah Ketahuan Bawa Uang Sekoper Sebelum Dicopot


Inilah Jambi – Nama mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Jhon Walingson Purba kembali disebut-sebut dalam persidangan Zumi Zola, Kamis 6 September 2018 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Berdasarkan keterangan saksi dalam persidangan itu, Imanuddin alias Iim,  Kajati ini sengaja disingkirkan dari Jambi karena sering meminta uang ke sejumlah kontraktor. Skenario disusun. Kemudian ada uang Rp2 Milyar sebagai pelicin.

Uang tersebut dikumpulkan Imanuddin dari sejumlah kontraktor atas perintah Apif Firmansyah dan ditransfer ke rekening Ketua DPRD Kabupaten Tebo, Agus Rubiyanto alias Agus Triman.

Tidak jelas kemana uang tersebut setelahnya. Yang pasti, pada April 2017, Kajati Jambi Jhon Purba dicopot oleh Jaksa Agung dan digantikan Andi Nurwiyah.

Namun ada fakta lain dibalik pencopotan Jhon Purba oleh Jaksa Agung M Prasetyo. Netralnews.com pada 30 April 2017, menuliskan, sebelum pencopotan, beredar informasi ada temuan uang dalam koper yang diketahui dari alat “scanner” yang diduga dimiliki/dibawa oleh Jhon Purba.

Dari hasil temuan itu, Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung) pun melakukan pemeriksaan atas laporan tersebut.

Kemudian Jamwas pada Kejagung, Widyo Pramono mengaku pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Jhon Purba, hanya saja dia enggan menjelaskan mengenai pemeriksaan tersebut. Namun, membenarkan sudah dilakukan pergantian jabatan sebagai Kepala Kejati Jambi.

“Yang jelas masih di proses. Iya, sudah diganti, yang bersangkutan menjadi Kepala Pusat Penelitian di Pembinaan,” ujar Widyo di Kejagung seperti dilansir Netralnews. com.

Jaksa Agung HM Prasetyo saat itu membantah bahwa pencopotan tersebut terkait temuan uang dalam koper yang diduga hasil pungutan liar (pungli).

“Setelah diperiksa oleh pengawasan, ternyata itu bukan (hasil) pungli. Itu hasil pelelangan rampasan tindak pidana korupsi yang akan disetorkan ke kas negara,” kata Prasetyo, Jakarta, Sabtu 29 April 2017.

Prasetyo menyatakan, penggantian pejabat eselon II dilingkungan Kejagung hal biasa saja, alasannya pergantian itu untuk menduduki posisi perempuan sebagai pimpinan di Korps Adhyaksa tersebut.

Tidak lama kemudian tersiar kabar pelantikan Nurwinah sebagai Kajati baru pengganti Jhon dilakukan secara tertutup di ruang aula Jaksa Agung, pada Jumat, 21 April 2017 lalu, tepat di Hari Kartini.

Artikel aslinya klik disini

 

Bagikan:
SOROTAN