Natal Oikumene di Jambi Tak Bisa Dirayakan, Kapolda Temui Tokoh Katolik-Protestan

Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo

Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo

Jangan Lupa Berbagi

Natal Oikumene di Jambi Tak Bisa Dirayakan, Kapolda Temui Tokoh Katolik-Protestan


Inilah Jambi – Umat Kristen termasuk di Jambi, tak bisa menggelar ibadah oikumene pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, seperti biasanya, karena akan menimbulkan kerumunan dan berpotensi menyebabkan penularan Covid-19.

Untuk itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo menggelar pertemuan dengan para tokoh Katolik dan Kristen Protestan di Aula Paroki Gereja Santa Theresia, Pasar, Kota Jambi, 17 Desember 2020.

Kapolda Jambi mengatakan, perayaan hari besar agama saat ini masih dalam keadaan pandemi Covid-19.

Dia pun meminta para tokoh agama menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam perayaan Natal dan Tahun Baru nanti.
Baca juga:

“Saya sebenarnya sedih, karena ini perayaan agama, tapi ini semua demi kebaikan kita. Saya akan tegas terkait prokes (protokol kesehatan) tidak memandang dari kelompok mana pun,” katanya.

Kapolda Jambi mengatakan, kedatangannya untuk bersilaturahmi dan memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Provinsi Jambi. Dia juga mengingatkan pentingnya kesehatan dan mencegah penyebaran Covid-19 di Provinsi Jambi.

“Kedatangan saya ini selain silaturahmi, selaku pejabat baru, juga untuk koordinasi terkait perayaan Natal,” ujarnya.

Menurutnya, di masa pandemi ini, semua umat Kristen tidak bisa merayakan perayaan oikumene. Pemerintah serius menangani Covid-19 dan hal itu telah ditegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Mungkin ini sedikit ada kekecewaan, tapi ini demi keselamatan dan kesehatan semua, agar terhindar dari Covid-19. Pemerintah serius untuk tangani Covid-19. Hal itu dikatakan Presiden saat memberikan arahan kepada para Kapolda,” kata Rachmad.

Selanjutnya, Kapolda berharap ibadah perayaan Natal nanti dapat dilaksanakan secara virtual atau live streaming. Cara ini diharapkan bisa melindungi semua jemaat serta dapat menjadi contoh bagi semua masyarakat untuk patuh dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Kami mohon izin menempatkan personel nanti di gereja, untuk membantu penegakan prokes. Mohon diimbau kepada jemaat untuk mematuhi prokes dan kapasitas gereja hanya terisi separuh,” kata Rachmad.

Salah satu tokoh agama Katolik di Jambi, Romo Pujo juga sependapat dengan pernyataan Kapolda Jambi terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Apa yang disampaikan Kapolda tak lain sebagai upaya bersamaan mencegah penyebaran virus Covid-19,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ada beberapa gereja yang sudah melaksanakan protokol kesehatan. Ibadah yang biasanya digelar delapan kali dikurangi menjadi dua kali demi mematuhi protokol kesehatan dan surat edaran dari kapolresta.

Hadir juga dalam kunjungan tersebut, Dirintelkam Polda Jambi Kombes Pol Bondan W, Kabid Humas Polda Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, Dirsamapta Polda AKBP Pol Wong Niti, Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian dan perwakilan PGI, Pastor Paroki Santa Theresia dan para pemuda gereja.

Sumber Inews

***

Jangan Lupa Berbagi
SAKSIKAN VIDEO DI BAWAH INI: Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2021-2022 Yayasan Jami' Al Falah Jambi
SOROTAN