Hampir Penuh, Lapak Pasar Induk Paal X Kota Jambi Dijual ke Pedagang Senilai Rp4 Juta
Inilahjambi, KOTA JAMBI – Dugaan jual beli lapak pasar di Kota Jambi kembali tercium. Seorang pedagang Pasar Angsoduo, Kota Jambi, mengaku dirinya ditawari oleh rekan sesama pedagang untuk membeli satu lapak di Pasar Induk Paal X senilai Rp4 juta.
Pedagang kedua memiliki tiga lapak di pasar tersebut, yang dia beli (bayar) dari oknum pegawai Dinas Pasar Kota Jambi seharga Rp3 juta perlapak.
Menurut pedagang tersebut, lapak Pasar Induk saat ini banyak peminat dan laku diperjualbelikan, karena relokasi Pasar Angsoduo sudah akan berjalan.
“Tidak semua pedagang mampu menyewa lapak di Pasar Angsoduo baru yang mahal. Maka sebagai alternatif, sebagian besar pedagang sudah mulai mencari lokasi baru untuk berjualan. Salah satunya di Pasar Induk Paal X,” ujar dia, tanpa ingin identitasnya disebutkan, Kamis 18 Februari 2016.
Rencana pengoperasian Pasar Induk Kota Jambi diakui oleh Kepala Dinas Pasar Kota Jambi Duria Sunita. Menurut dia, pasar itu akan mulai dioperasikan pada akhir tahun 2016.
Namun Duria Sunita membantah ada jual beli lapak di pasar itu, sebab lapak-lapak di sana diberikan secara gratis kepada para pedagang pasar.
“Pasar tersebut akan dioperasikan akhir tahun 2016 ini. Lapak-lapak di sana tidak diperjualbelikan ke pedagang,” tegas Duria melalui sambungan telepon, Kamis.
Berita terkait:
- Ditipu Belasan Juta Rupiah, Pedagang Pasar Jambi Lapor Polisi
- Ngeri, Trantib Pasar Jambi Buru Syahril Pakai Samurai…
- Merasa Ditipu Puluhan Juta untuk Sewa Kios, Pedagang Pasar Jambi Akan Lapor ke Polisi
Informasi yang berkembang, dari ratusan lapak yang tersedia di pasar itu, sebagian besar telah dimiliki oleh orang-perorang, meski belum ditunggui.
Sebagian lainnya malah ada yang punya sampai tiga-empat lapak. Lapak ini ada yang akan dijual kembali atau dipakai sendiri.
“Ada satu pedagang yang punya tiga sampai empat lapak, ada yang dijual kembali ada yang akan dipakai sendiri nantinya,” ujarnya.
Menurut dia saat ini sudah banyak agen-agen sayur dan bahan pangan lainnya dari luar kota yang sudah menjalin koneksi dengan para pedagang yang akan menempati pasar induk.
“Sebagian telah memiliki agen, sehingga ketika pasar mulai dioperasikan, stok dagangan mereka dari luar kota sudah aman. Kondisi inilah yang dimanfaatkan oleh oknum Dinas Pasar untuk menekan pedagang agar mau membayar uang lapak,” tutupnya.
(Zalman Irwandi/NF)
