Sempat Adu Mulut,, Kadis LH Kota Jambi Salah Paham Soal Video Crane di Simpangkawat

Inilahjambi – Sempat terjadi salah paham saat inilahjambi mencoba mengkonfirmasi soal aktivitas pengembang proyek pembangunan mal di bekas terminal Simpangkawat, Kota Jambi, seperti terlihat dalam tayangan video yang diproduksi inilahjambi.tv.

Kesalahpahaman terjadi karena saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DR Ardi, mengaku tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dia mengaku belum menyaksikan tayangan video yang dikirim Inilahjambi, saat mengangkat panggilan telepon pada Senin malam 19 Februari 2018.

Inilahjambi mengira, pesan video melalui whatsapp itu telah terbaca dan ditonton oleh Kadis, sebab pesan telah dicentrang biru yang menandakan pesan telah dibaca.

“Mengapa dengan tangan crane itu?” tanya DR Ardi.

Sontak saja pertanyaan yang terkesan pura-pura tidak tahu dari Kadis itu menyulut suara keras dari Inilahjambi.

“Saya belum lihat videonya, jadi saya tidak tahu,” kata Ardi lagi.

“Silahkan Bapak tonton dulu videonya, dan setelah itu mohon diberi konfirmasi kepada kami,” kata inilahjambi sambil menutup telepon.

Setelah Inilahjambi mengirimkan sejumlah foto terkait aktivitas pekerja dengan crane-nya, Kadis LH Kota Jambi kembali menelpon.

Baca juga:

Crane Maut di Proyek Eks Terminal Simpang Kawat Kota Jambi

Dengan suara lunak, Kadis mengaku telah menyaksikan video itu dan mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti fakta yang terungkap dalam video itu.

“Sudah saya lihat videonya.. Terima kasih infonya.. Kami akan lakukan teguran kepada pelaksana proyeknya.,” kata Kadis.

Menurut dia, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan teguran kepada pelaksana pekerjaan, saat itu mereka (pelaksana proyek) berjanji akan memperhatikan keselamatan pekerja dan warga umum terkait aktivitas mereka.

“Mereka katakan aktivitas alat berat yang berpotensi membahayakan umum akan dilakukan pada malam hari. Disaat kondisi jalanan sepi. Tapi kalau saat ini kami lihat dari video aktivitas berbahaya menggunakan crane itu tetap dilakukan siang hari, maka akan kami tegur kembali,” ujar Ardi.

Menurut dia, pihaknya akan melakukan pemantauan, dan seandainya ada yang dilanggar, pihaknya akan memberikan sanksi kepada pengembang.

“Kita bisa beri sanksi,” kata Ardi lagi.

Informasi adanya aktivitas berbahaya crane itu juga telah disampaikan oleh sejumlah pemerhati lingkungan kepada Kadis LH beberapa waktu lalu. Kadis mengaku sudah merespon laporan itu, dengan mengingatkan pelaksana proyek.

Sementara itu, aktivis Jambi, Fikri Riza, menduga AMDAL proyek tersebut bermasalah. Bahkan tidak ada izinnya.

“Mengapa DLH Kota Jambi melakukan pembiaran terhadap aktivitas berbahaya tersebut. DLH Jambi tidak berfungsi. Harusnya distop, diduga tidak ada AMDAL,” kata Fikri Riza melalui sambungan telpon.

Pembahasan soal ini, lanjut Fikri, juga menjadi perbicangan hangat oleh sejumlah pemerhati lingkungan Jambi di grup whatapps.

“ini sudah jadi pembicaraan. Dan Sudah pernah disampaikan kepada Kadis. Para pekerja itu bahkan meletakkan alat alat berat mereka di bahu jalan HOS Cokroaminoto Simpang Kawat itu,” kata Fikri.

Dia berharap agar laporan ini segera direspon, sebab ini menyangkut keselamatan warga Kota Jambi.

Sekretaris Daerah Kota Jambi Budidaya yang dikonfirmasi inilahjambi mengaku akan segera menindaklnjuti persoalan itu dengan menegur pelaksana proyek.

Baik akan kita sampaikan kepada pengembang besok,” singkat Budidaya melalui aplikasi pesan, Senin malam.

 

 

(Nurul Fahmy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com
SOROTAN