Warga Sei Jerat Mestong Lakukan Ritual Panggil Arwah Cari Tahu Pembunuh Endang

Santet

panggil arwah

Bagikan:

Warga Sei Jerat Mestong Lakukan Ritual Panggil Arwah Cari Tahu Pembunuh Endang


Inilah Jambi  – Guna mencari tahu pelaku pembunuh Endang, petani karet warga Sei Jerat, Kecamatan Mestong yang diduga dibunuh begal pada 31 Mei 2016 lalu, warga setempat melakukan ritual memanggil arwah.

Dijelaskan Sudi, warga Kampung Tengah, masyarakat sekitar melakukan ritual memanggil arwah korban. Mereka meminta pentujuk, agar diberi tahu siapa yang telah membunuh dirinya.

Dalam ritual itu, disebutkan Sudi, salah satu warga tampak kerasukan arwah korban. Dalam kerasukan tersebut, arwah korban yang memasuki warga menjelaskan, pelaku berjumlah dua orang mendatangi korban saat sedang menyadap karet di kebunnya.

Pelaku, papar Sudi menirukan ceracau warga yang kerasukan arwah, memaksa meminta kunci motor korban. Korban pun memberikan kunci motor miliknya ke pelaku. Namun karena merasa dikenali oleh korban, pelaku langsung menghabisi nyawa korban dengan sebilah parang dengan cara membabi buta.

“Kami telah melakukan meditasi dengan memanggil arwah korban, warga yang kerasukan arwah korban mengatakan pelaku berjumlah dua orang dan memaksa meminta kunci motor korban. Karena korban mengenali wajah pelaku, pelakupun menghabisi nyawa korban dengan cara membabi buta. Tapi sayang, korban tidak mengenali nama pelaku dan hanya memberi tahu ciri-cirinya saja” dijelaskan Sudi.

Sampai sekarang warga Sei Jerat dan Kampung Tengah masih mencari keberadaan pelaku yang disinyalir masih berada di salah satu kebun milik warga.

***

Warga Kepung Pembunuh Petani Karet di Sei Jerat Mestong

Inilah Jambi  – Warga Sei Jerat dan Kampung Tengah, Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi, berhasil mengepung tersangka pembunuh petani karet bernama Endang (35). Namun sayangnya, dua tersangka itu berhasil lolos setelah berkelit di dalam perkebunan karet dan menghilang tanpa bekas.

Menurut warga Sei Jerat, tersangka pembunuh dicurigai berjumlah dua orang. Ciri-ciri pelaku berbadan gempal, berambut panjang, sementara seorang lagi masih remaja.

Remaja tanggung itulah yang terpantau di salah satu kebun milik warga dan langsung dikepung oleh puluhan warga sekitar.

“Pelaku berjumlah dua orang. Ciri-cirinya berbadan gempal berambut panjang dan satunya lagi masih ABG. Mereka terlihat di kebun warga. Puluhan wargapun langsung mengepung tersangka, ketika mau disergap, eh malah mengilang,” ungkap Suroso, salah satu warga, Jumat 10 Juni 2016.

Warga lainnya bernama Ari, mengaku, warga dusun itu sudah beberapa kali memergoki terduga pelaku di salah satu kebun masyarakat sekitar. Namun sekali dilakukan penyergapan, mereka langsung mengilang tanpa jejak.

“Saya rasa pelaku memiliki ilmu hilang. Pasalnya sudah sering disergap warga malah mengilang tanpa jejak. Kami warga sini jadi kewalahan menangkap pelaku yang masih berada di salah satu kebun milik warga,” ujar Ari.

Baca juga:

Sejak kematian Endang (35), petani karet warga Kampung Tengah, Desa Sei Lande, pada Selasa 31 Mei 2016 lalu, yang diduga dibunuh oleh begal, suasana beberapa desa di Kecamatan Mestong itu mencekam baca selengkapnya 

 

 

 

Bagikan:
SOROTAN