Wed. Jan 23rd, 2019

Atiqah Hasiolan Diperiksa Polisi

Artis Atiqah Hasiholan (Foto: ANTARA FOTO / Dhemas Reviyanto)

Inilahjambi – Penyidik Polda Metro Jaya, memeriksa artis Atiqah Hasiolan terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoax, yang menyeret ibunya Ratna Sarumpaet sebagai tersangka. Atiqah Hasiholan, diperiksa di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, semalam.

“Ada 16 pertanyaan. Pertanyaan itu nggak banyak. Lebih kepada hubungan anak dan ibu,” ujar pengacara Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, Rabu 24 Oktober 2018.

Menyoal apakah Atiqah akan dimintai keterangan kembali, Insank menuturkan, belum mengetahuinya.

“Kami belum mengetahui, karena kami melihat juga di sini nggak terlalu hanyak pertanyaan kepada mbak Atiqah,” ungkapnya.

Sementara itu, Insank mengaku, pihaknya sedang memikirkan perihal penangguhan penahanan seiring perpanjangan masa penahanan Ratna Sarumpaet selama 40 hari.

“Kalau penangguhan kami sedang memikirkan hal itu, apakah kita harus mohonkan kembali atau bagaimana ya. Karena kami juga akan meminta kepada pihak penyidik mengenai perpanjangan tersebut. Karena kami tahu dari kawan-kawan media, bahwa sudah dilakukan perpanjangan, namun surat resminya saya belum melihat,” katanya.

Diketahui, penyidik memeriksa Atiqah Hasiholan dan saudara perempuannya Fathom Saulina, terkait kasus penyebaran berita bohong alias hoax ibunya Ratna Sarumpaet, Selasa 23 Oktober 2018 kemarin.

Penyidik juga telah memanggil satu persatu saksi terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet. Mereka adalah Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjutak, Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang, Presiden KSPI Said Iqbal, dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya, menangkap Ratna Sarumpaet ketika hendak pergi ke Cile, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 20.00 WIB, Kamis (4/10) lalu.

Polisi telah menetapkan aktivis senior itu sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Polisi menjeratnya dengan Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 Juncto Pasal 45 Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

 

 

Sudah dibagikan