Finalis Puteri Indonesia Berdarah Jambi, Galang Petisi Soal Kabut Asap, Ayo Teken

INILAHJAMBI, JAKARTA – Kabut asap telah berbulan-bulan menyelimuti sebagian Sumatera dan Kalimantan. Silviana Puspita, wanita berdarah Jambi yang juga finalis Puteri Indonesia 2007 menggalang petisi agar Presiden Jokowi menetapkan kabut asap menjadi bencana nasional.

Ditengok di laman change.org, Senin 28 September 2015, dukungan untuk wanita yang akrab disapa Anne ini mencapai 487 pendukung.

Anne memaparkan, pentingnya status bencana nasional yakni akan membantu dalam menentukan sumberdaya (struktur negara) yang dapat digerakkan.

Selain itu, pada situasi di mana negara tidak lagi memiliki kapasitas cukup kuat untuk mengatasi bencana tersebut, maka status bencana nasional akan memungkinkan masuknya bantuan pihak lain untuk penanggulangannya.

“Petisi ini mewakili pandangan pribadi saya, Anne, sebagai warga Indonesia berdarah Jambi, tumbuh bersekolah di Jambi. Bukan merupakan pandangan lembaga atau perusahaan di mana saya bekerja,” katanya.

Menurut Anne, dalam rapat Komisi IV DPR dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya yang digelar 16 September 2015, belum ditetapkannya bencana nasional karena terganjal perbedaan persepsi administratif di tiga wilayah. Namun menurutnya, hal itu bukan alasan.

“Ketika anak-anak ketinggalan pelajaran mereka selama berbulan-bulan, apakah itu kalah penting dari syarat tiga wilayah tadi? Soal dampak kesehatan, rasanya kita tidak harus terlalu cerdas untuk memahami akan apa akibat dari racun yang anak-anak itu hirup tiap hari,” kata Anne.

“Berapa banyak pedagang terpaksa berhenti karena rantai pasokan terganggu? Apa yang terjadi saat mereka tak lagi punya penghasilan? Mereka harus berhutang? Apakah ini kurang kuat untuk menjadi justifikasi?” imbuhnya.

Menurut Anne, potensi dampak lebih besar akan terjadi bila penanganan kabut asap tidak segera diakhiri. Masalah kabut asap ini memerlukan penanganan lebih kompleks dari hujan buatan dan bagi-bagi masker gratis.

Hal lain yang diperdebatkan adalah perlunya penegakan hukum, lanjutnya, yang kemudian terbaca adalah perusahaan yang membakar yang harus tanggung jawab, semua saling menunjuk siapa yang lebih salah.

“Saya tidak sedikit pun menyangkal itu, namun penting juga untuk memahami bahwa ada saat dimana seharusnya kemanusiaan menjadi faktor terpenting untuk bertindak,” ucapnya.

Oci Sihite, pendukung petisi ini mengatakan alasan dia menandatangani petisi itu. Oci ingin menghirup kembali udara bersih.

“Saya menandatangani ini karena saya masyarakat Jambi, kelahiran Jambi, tumbuh dan besar di Jambi dan saya mencintai Jambi. Saya ingin menghirup kembali udara yang bersih, melihat dan merasakan kembali sinar matahari,” kata Oci.

Sementara itu, Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan hingga kini status kabut asap belum bencana nasional.

“Belum bencana nasional,” tutur Sutopo ketika dikonfirmasi. (IJ-001)

Bagikan
HOT NEWS