Lelang Bermasalah Jalan Terus, Inspektorat Batanghari: Mereka Tak Indahkan Kami

Lelang Bermasalah Jalan Terus, Inspektorat Batanghari: Mereka Tak Indahkan Kami


Inilah Jambi – Lelang sejumlah proyek pekerjaan puskesmas yang dinilai bermasalah di Kabupaten Batanghari tetap dilanjutkan oleh pihak terkait.

Padahal, sejumlah aktifis telah melakukan unjuk rasa di depan Kantor Inspektorat Batanghari pada 15 juli 2021, menuntut lelang tender beberapa paket pekerjaan tersebut dibatalkan karena dimilai cacat demi hukum.

Alhasil sejumlah paket yang sedang dalam proses tender terpaksa dibatalkan atau tender ulang. Namun ada tiga paket pekerjaan yang dinilai bermasalah namun tetap dilanjutkan.

Kepala Inspektorat Kabupaten Batanghari, Muklis, mengatakan, dirinya sudah meminta ke pihak terkait agar proses tender dihentikan. Namun permintaan itu tak diindahkan.

“Saya sudah minta proses tender tiga puskesmas dibatalkan, namun ternyata mereka tidak mengindahkan bahkan mereka terus melanjutkan. Saya lepas tangan kalau nanti terjadi
masalah silahkan mereka yang menanggung akibatnya,” ujar Muklis, Rabu 10 Agustus 2021.

Menurut Muklis, masalah tender proyek tiga puskesmas itu
sama dengan yang terjadi di 13 (tiga belas) paket rehabilitas ruang
kelas SD dan SMP di Dinas P dan K kata.

“Tiga belas paket proyek di P dan K ditender ulang, kenapa proses tender pembangunan puskesmas tidak mereka ulang ada apa sebenarnya,” ujarnya.

Baca juga:

Bahkan yang lebih parah lagi ada perusahaan yang
dapat atau mengerjakan proyek sampai 5 (lima) paket pekerjaan
pihak UKPBJ .

“Ketika saya tanya mereka mengatakan tak tau, kan aneh padahal semua kegiatan melalui UKPBJ,” kata Muklis.

Sementara itu salah seorang aktivis Batanghari Mahyudin, mengatakan, pemenang tender dari tiga paket pekerjaan tersebut, penawar pada urutan 8 sebagai urutan terakhir untuk pekerjaan Puskesmas Selat.

Untuk Puskesmas Panerokan pemenang tender pada urutan ke 6 merupakan urutan terakhir.

Bahkan ketiga paket pekerjaan
tersebut pemenangnya mendekati pagu anggaran seperti Puskemas
Selat bantingan harga penawaran
hanya +-3% untuk puskesmas panerokan. Bantingan +-1% untuk Puskesmas Mersam. Bantingan harga +- 1% dari nilai penawaran perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang,.

“Patut dicurigai. Kami harap aparat penegak hukum jeli dalam menyikapi masalah ini,” tutup mahyudin.

(Usman)


 

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.

Tinggalkan Balasan

SOROTAN