PPP Sebut Dukungan ke Fasha Tanpa Mahar, Begini kata Pengamat Politik

Inilahjambi – Pengamat politik Jambi DR Dedek Kusnadi meyakini bahwa deal-deal politik berupa mahar sekalipun merupakan hal biasa.

Menurut dia, setiap partai memiliki kepentingan tertentu terhadap kandidat bakal calon kepala daerah.

Sehingga deal-deal politik diyakini pasti ada, meski kadang-kadang tidak muncul kepermukaan.

“Segala kemungkinan bisa jadi. Yang jelas hubungan keduanya saling menguntungkan. Inilah simbiosis mutualisme,” kata Dedek, Senin malam 20 Januari 2020 kepada inilahjambi.

Baca juga: Dukung Fasha, Tingggalkan CE, Ketua PPP Jambi Takut Periuk Nasinya Terguling, Berapa Maharnya?

Diterangkan Dosen UIN Sultan Thaha Syaifuddin ini, kalau partai politik sudah menyatakan sikap dan memberikan surat rekomendasi kepada bakal calon gubernur tertentu, artinya segala ketentuan sudah dipenuhi antara kedua belah pihak, sudah sah.

Dedek menilai ada atau tidaknya mahar politik dari bakal calon kepala daerah kepada parpol tidak berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya para pemilih.

“Tidak akan berdampak apa-apa pada masyarakat. Artinya jangan berasumsi bahwa hal itu tidak realistis,” katanya.

Selain mahar politik, lanjut Dedek, partai politik biasanya melihat calon secara realistis berdasarkan survey baik internal maupun eksternal.

“Parpol biasanya realistis berdasarkan survei elektabilitas calon gubernur yang tinggi. Kesamaan visi misi antara calon gubernur dan partai, kemudian chemistry antara parpol dengan kandidat,” pungkas Dedek.

Sebelumnnya, Ketua DPW PPP Provinsi Jambi, Evi Suherman mengakui dukungan terhadap Syarif Fasha dalam pemilihan Gubernur Jambi merupakan keputusan pimpinan pusat (DPP) partai tersebut.

Menurut dia, dirinya tidak bisa melawan kehendak partai, sebab akan berdampak kepada posisinya.

Artinya dia bisa saja dipecat atau diganti melalui mekanisme PAW. Bahkan, Evi menyebut istilah periuk nasinya bisa terbalik kalau melawan putusan partai.

Keputusan partai jika sayo lawan, berakibat periuk nasi sayo terguling. Banyak (ketua DPW) provinsi lain melawan kebijakan DPP, pada akhirnya dipecat dan di-PAW,” kata Evi, melalui sambungan telepon, Senin 20 Januari 2020.

Lihat lagi: Konsolidasi Intim Jelang Pilgub Dua Tokoh Merangin- Kerinci

Keputusan dukungan ini, dalih Evi, karena beberapa sebab, yakni hasil survey internal dan eksternal.

Evi menampik adanya pertimbangan khusus untuk mendukung Fasha, termasuk setoran mahar.

“Jadi begini. Di DPP Kita tidak ada lagi sistem mahar di partai. Siapa yang hasil surveynya tertinggi dan visi misinya sejalan dengan partai.

Secara emosional, PPP dekat dengan beliau, setiap kegiatan PPP di Kota Jambi, beliau selalu hadir jika diundang, itu salah satu pertimbangan DPP dan DPW,” beber Evi.

 

(Rahmat Hidayat)

HOT NEWS