Fri. Mar 22nd, 2019

Pengakuan Seorang Suami Soal Kelakuan Istrinya yang Hiperseks, dari Nyabu Sampai Minta Carikan Brondong

Ilustrasi/net

Inilahjambi – Seorang istri berinisial SPK, tewas setelah melakukan hubungan seks disertai kekerasan dengan suaminya, AWA. Sebelum hubungan intim itu dilakukan, pasangan suami istri (pasutri) itu lebih dulu pesta sabu, Jumat 5 Oktober 2018.

Peristiwa ini terjadi di tempat tinggal mereka, Ruko Aladin, Batam Centre, Kota Batam, Kepri. SPK tewas setelah dilarikan suaminya ke rumah sakit di kawasan Nagoya, Batam.

Awalnya korban tewas diduga murni karena penganiayaan yang dilakukan AWA saat mereka melakukan hubungan intim. Namun AWA memberikan pengakuan mengejutkan saat diamankan dan diperiksa di ruang Satreskrim, Polresta Barelang, Batam.

SPK berstatus istri siri AWA. Ia tewas dengan sejumlah luka lebam di sekujur tubuhnya. Saat ditemui wartawan, AWA mengaku, istrinya tewas karena fantasi seksnya sendiri. Selain memiliki fantasi seks tak biasa, AWA juga mengaku kewalahan melayani istrinya yang hiperseks.

AWA mengaku sudah berkali kali meminta korban untuk tidak lagi menjalani seks liar.

“Selain itu, saya juga pernah mengajak istri saya berhenti nyabu. Kami sempat berhenti namun semalam (Kamis malam) korban mengajak untuk menghisap narkoba lagi,” ujarnya.

Karena tak puas dengan pelayanan suaminya, lanjut AWA, istrinya kerap minta dipuaskan oleh laki-laki lain.

“Pernah minta cewek juga. Bahkan pernah berhubungan seks bertiga dengan wanita lain. Saya memenuhi keinginan istri saya, karena saya sangat mencintainya. Kalau saya menolak, istri saya suka mengancam akan kabur dari rumah,” ungkap pria kelahiran Jakarta ini.

Karena cinta jugalah, pelaku pernah berkali-kali mencarikan pria muda untuk sang istri.

“Dia minta jajan, cariin brondong. Saya pesenin. Saya bayar Rp 700 ribu. Setelah itu ya sudah, kemudian kami seperti biasa,” sebutnya.

Pengakuan AWA terlihat sangat tak masuk akal, kecuali ia memiliki bukti kuat atas pengakuannya tersebut. Bisa saja An berdusta agar dia tidak terlalu disalahkan dalam kasus ini.

Namun semua itu dibuktikan oleh AWA dengan memperlihatkan rekaman dirinya dengan sang istri saat berhubungan badan.

“Ada puluhan video rekaman saat kami berhubungan seks di HP dan laptop Saya. Itu saya ikat dia di sebuah hotel saat kami berhubungan. Semua bukti itu saya berikan ke polisi,” sebutnya.

Ditanyakan terkait luka lebam yang ada di muka Sv, dia tidak mengingatnya. Ia hanya berpatokan, jika dalam pengaruh sabu, mereka berhubungan badan bak orang kesetanan. Seperti menampar, menjambak dan mengikat istrinya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan mengatakan, pihaknya masih akan melakukan visum terhadap korban.

“Kita rencanakan sore ini visum. Tapi masih menunggu pihak keluarga,” ujarnya.

 

 

Sumber: Sindonews.com

Sudah dibagikan