Wed. Aug 21st, 2019

Misteri Segitiga Bermuda Akhirnya Terpecahkan?

Inilahjambi – Meliputi lebih dari 800 juta kilometer persegi lautan yang terletak di antara Bermuda, Florida, dan Puerto Riko, istilah “Segitiga Bermuda” pertama kali diciptakan oleh penulis Vincent H. Gaddis pada 1964. Daerah ini terkenal karena legenda sejumlah pesawat dan kapal yang menghilang di sana tanpa jejak.

Seperti yang ditulis laman Telegraph, Senin, 24 Oktober 2016, dalam sebuah film dokumenter terbaru yang ditayangkan Science Channel, ahli meteorologi menyatakan sejenis awan yang tak lazim yang berada di wilayah tersebut diduga menjadi dalang di balik sejumlah raibnya pesawat dan kapal itu.

Menurut para ahli, awan berbentuk heksagonal, berukuran antara 32 hingga 500 kilometer persegi, bisa menyebabkan angin kencang yang sangat terlokalisasi. Para ahli meteorologi berspekulasi, keberadaan awan yang di luar kebiasaan inilah yang diduga memunculkan beberapa insiden yang belum dapat dijelaskan hingga kini.

“Jenis-jenis awan berbentuk heksagonal di atas lautan ini pada dasarnya: ‘bom udara’, ” ujar Doktor Randy Cerveny dari Arizona State University. “Awan ini dibentuk apa yang disebut microburst. Mereka meledak di udara kemudian awan turun ke bawah sehingga memukul laut,” ujar Randy.

Randy menambahkan, efek pukulan ke lautan itu kemungkinan menciptakan gelombang. “Kadang-kadang ukuran gelombang dapat membesar setelah mereka mulai berinteraksi satu sama lain.”

Namun, beberapa ahli membantah klaim ahli meteorologi ini. Jurnalis Kevin Corriveau mengatakan, ketika dia melihat awan berbentuk heksagonal di atas Bahama, itu bukan disebabkan oleh efek microburst. “Normalnya, kita akan melihat badai yang sangat besar dan tidak akan terbuka di bagian tengah.”

Corriveau menjelaskan, pola cuaca di dua daerah yang sangat berbeda memungkinkan munculnya perbandingan antara bentuk awan yang serupa. Selain itu, formasi aneh di Bahama kemungkinan terjadi karena pola cuaca tidak menentu yang dibuat oleh pulau-pulau kecil sehingga memanaskan udara di sepanjang garis pantai Florida.

*sumber: Tempo.co

(Renny N)

Sudah dibagikan