Siap-Siap, Jembatan Batanghari III Akan Dibangun Tahun Depan

BERITA JAMBI TERKINI

Siap-Siap, Jembatan Batanghari III Akan Dibangun Tahun Depan

Baca juga:

Inilah Jambi Pembangunan Jembatan Batanghari III yang semula akan dilaksanakan pembangunan pada tahun 2018, akhirnya diundur pada tahun 2019. Pasalnya, hingga kini menanti desain yang diambil alih oleh pihak Kementerian.

Melansir dari media serujambi.com (mitra inilahjambi.com), Anggota Komisi V DPR RI H Bakri, Senin (15/10/2018) mengatakan, rencana pengerjaan Jembatan Batanghari III itu awal mulanya dijadikan satu paket dengan perluasan jalan Mendalo dan jalan menuju Candi Muaro Jambi.

“Karena bentangan jembatan tersebut cukup panjang, jadi ada perubahan desain. Saat ini tengah dikerjakan oleh kementerian,” ujarnya.

Meski begitu, untuk perluasan jalan Mendalo dan candi saat ini tengah dilaksanakan menggunakan dana APBN.

Ketika ditanya terkait jumlah alokasi dana yang dikucurkan kementerian untuk pembangunan Jembatan Batanghari III, Bakri mengatakan berkisar ratusan miliar rupiah.

“Jumlah pastinya saya kurang tahu, karena tergantung dari kementerian,” katanya.

(*/)

Baca juga:

Dinkes Batanghari Berantas Penyakit Kaki Gajah

Baca juga: 

Inilah Jambi – iterus berupaya mengeliminasi penyakit kaki gajah atau filariasis.

Diketahui, dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015, Kabupaten Batanghari telah melaksanakan pengobatan massal filariasis atau kaki gajah. Dalam pengobatan masal itu, masyarakat diberikan obat cacing Abindazol dan DEC secara gratis.

Setelah dilakukan pengobatan massal selama lima tahun terhadap filariasis tersebut, Pemkab Batanghari bersama tim dari Kementerian Kesehatan melaksanakan pre-Tas.

“Saat ini pemerintah menuju tahap eleminasi penyakit filariasis. Beberapa waktu yang lalu pemerintah telah melaksanakan tahap 1 eleminasi filariasis,” ungkap Dr Elfie Yenni Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, dikutip dari Serujambi.com, media partner Inilahjambi.com, Rabu 31 Oktober 2018.

Dikatakannya, pre-Tas merupakan survey yang dilakukan untuk mengevaluasi terhadap pemberian obat filariasis secara masal berhasil atau tidak.

Pada pelaksanaan pre-Tas telah dilaksanakan di wilayah Puskesmas Jembatan Mas dan Puskesmas Durian Luncuk. Jika Micro Filarirate (MF) menunjuk angka di bawah satu persen, maka dinyatakan lulus dan akan dilanjutkan pada tahapan eleminasi selanjutnya.

Pelaksanaan pre-Tas di dua kecamatan tersebut menunjukkan nilai MF di bawah satu persen, sehingga bisa dilanjutkan tahapan eleminasi Transmission Assesment Survey (TAS)  baca selengkapny a

Bagikan
HOT NEWS